Walikota Serang Keukeuh Mau Ngutang, Tegaskan Ogah Pakai Skema BOT untuk Revitalisasi Pasar Induk Rau

SERANG – Walikota Serang Budi Rustandi menanggapi usulan Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, yang menyarankan agar Pemkot menggunakan skema Build Operate Transfer (BOT) atau menjalin kerja sama dengan pihak ketiga guna merevitalisasi Pasar Induk Rau (PIR).
Namun Budi keukeuh ingin menggunakan dana pinjaman untuk pembiayaan revitalisasi Pasar Induk Rau.
Walikota menjelaskan, selama ini Pemkot Serang telah menjalankan skema kerjasama dengan pihak ketiga dalam mengelola PIR.
Dalam pelaksanaannya, alih-alih memberikan keuntungan, namun skema ini malah memberikan kerugian bagi Pemkot Serang dan para pedagang.
Budi mengungkapkan, pihak ketiga dalam mengelola PIR hanya mengutamakan mencari keuntungan semata dibandingkan memikirkan kesejahteraan para pedagang.

Pihak ketiga juga, kata Budi, dianggap kerap kali melakukan wanprestasi alias ingkar janji terhadap kesepakatan kerja sama yang telah dijalani selama ini.
“Saya ambil alih agar ini dikelola oleh pemerintah,” ujarnya, Selasa (19/8/2025).
Apabila PIR dikelola langsung oleh pemerintah, maka para pedagang akan merasa diuntungkan, sebab biaya sewa yang dibebankan kepada mereka akan jauh lebih rendah daripada dikelola oleh pihak ketiga.
“Kalau pemerintah yang ambil otomatis pemerintah hanya konsennya mengambil PAD-nya, dengan aturan negara yang tentunya lebih murah daripada di pihak ketigakan,” jelas Budi.
Sejumlah alasan itu yang membuat Budi kekeh menggunakan pinjaman untuk bisa merevitalisasi PIR di tahun 2026 nanti, walaupun sampai saat ini dirinya masih belum bisa menentukan kepada pihak mana pinjaman akan diajukan.
“Nanti kita tunggu arahan dari pendampingan (Kejaksaan) seperti apa,” ujar Budi.
“Karena kalau yang praktis itu ya sesuai dengan arahan pusat, pinjaman daerah yang bunganya murah tentunya,” tukas Budi. (*/Ajo)

