Loading...
Loading...

Website Desa Kabupaten Serang yang Dimonopoli PT WSMB Senilai Rp92 Juta, Ternyata Banyak Perusahaan Tawarkan Harga di Bawah Rp10 Juta

Dewan Subari Idul Fitri

 

SERANG – Proyek website desa yang diduga dimonopoli oleh PT Wahana Semesta Multimedia Banten menuai sorotan dari banyak kalangan.

Sejumlah pihak mendorong agar penegak hukum dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk turun tangan melakukan audit investigasi.

Pasalnya sejumlah pihak meyakini ada pelanggaran hukum dalam pengadaan proyek yang berasal dari dana desa tersebut.

Dari data yang diterima wartawan, biaya pembuatan website desa menelan dana hingga Rp 92 juta.

Biaya yang dikenakan per desa itu digarap oleh PT WSMB melalui surat penawaran yang diedarkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang.

Besaran biaya tersebut jadi salah satu yang menjadi pertanyaan besar, terlebih pembuatan website desa di Kabupaten Serang dimonopoli oleh PT WSMB.

Harga Rp92 Juta untuk satu website desa dianggap terlalu mahal dan menghamburkan anggaran negara, sedangkan tidak sebanding dengan spesifikasi, kualitas dan fungsi website yang diberikan.

Sedangkan jika dibandingkan harga yang diberlakukan oleh vendor lain, seperti merujuk pada sejumlah marketplace, harga layanan pembuatan website desa bahkan bisa didapat hanya dengan biaya di bawah Rp 10 juta.

Dalam toko Memoindomedia pada aplikasi belanja Shopee, diketahui harga yang ditawarkan untuk pembuatan website desa di bawah Rp 6 juta.

Memoindomedia memasang tarif Rp 5,2 juta lengkap dengan dashboard tampilan versi web dan mobile.

Memoindomedia dalam keterangannya, menuliskan harga yang dipasang sudah termasuk fitur paling lengkap di tahun 2025. Harga Website desa juga termasuk lisensi dan server tahun pertama.

KPU Kab. Serang PSU

“Kelebihan Produk: Website responsive, artinya dapat dibuka di pc ataupun handphone, memiliki fitur paling lengkap, Bonus hosting dan domain tahun pertama Rp700 ribu, Sistem administrasi yang baik,” tulisnya, dikutip Rabu (5/3/2025).

Masih dalam platform Shopee, toko online Inpixa Store juga memasang tarif Rp 5 hingga 35 juta.

Harga ini jauh dibandingkan yang ditawarkan PT Wahana Semesta Multimedia senilai Rp 92 juta, belum lagi ditambah jasa pemeliharaan hosting pertahunnya sebesar Rp 5,5 Juta.

Inpixa Store dalam dashboardnya, menawarkan informasi website desa lengkap dengan data statistik, mulai dari ekonomi, pendidikan, kependudukan dan lainnya.

“Javapixa Creative Studio menghadirkan solusi pembuatan website desa yang berfokus pada keindahan desain, keterlibatan masyarakat, dan kemudahan penggunaan. Setiap desa memiliki cerita uniknya, dan kami berkomitmen untuk mengekspresikannya melalui desain website yang inovatif dan fungsional,” tulis Inpixa store.

Bahkan, terdapat penyedia jasa web velocitydeveloper juga memasang tarif web desa di bawah Rp 3 juta. Sistem yang dibangun per paket oleh velocitydeveloper, paling mahal dibanderol harga Rp 1.199.000 lengkap beserta contoh-contohnya.

Terlebih, penyedia jasa ini juga menawarkan jasa custom web desa dengan biaya perpanjangan Rp 381.000/ tahun.

Tentunya jika merujuk pada ini, proyek yang selama ini sudah berjalan di ratusan desa se-Kabupaten Serang yang dimonopoli oleh PT Wahana Semesta Multimedia Banten, ternyata memiliki selisih harga yang sangat terpaut jauh dibandingkan harga pasaran yang ditawarkan perusahaan developer IT lainnya.

Berapa besar anggaran dana desa melalui proyek ini yang menguap, tidak menghasilkan manfaat langsung yang dirasakan oleh masyarakat desa?

Sejauh mana website desa yang ada saat ini bisa diakses, bisa dimanfaatkan dan berfungsi untuk layanan informasi dan pelayanan administrasi masyarakat desa?

Apakah hal ini bukan merupakan kerugian bagi Pemerintah Desa, masyarakat desa dan negara?

Kenapa penegak hukum masih diam dan tidak mampu menemukan kejanggalannya? (*/Ajo)

NasDem Idul Fitri
WhatsApp us
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien