Wisata Anyer

Akses Informasi Tertutup, Kepala BPN Kabupaten Tangerang Bungkam dan Hindari

TANGERANG — Upaya insan pers untuk mendapatkan klarifikasi dari Kepala Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Tangerang, Didik Purnomo, terkait polemik Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Baku Sawah (LBS) kembali menemui jalan buntu.

Pejabat publik tersebut terkesan enggan memberikan penjelasan kepada media.

​Upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp maupun sambungan telepon tidak mendapatkan respons.

Guna mendapatkan kejelasan mengenai isu strategis yang menyangkut kepentingan publik tersebut, awak media mendatangi langsung Kantor BPN Kabupaten Tangerang.

​Setibanya di lokasi, wartawan melaporkan diri kepada petugas keamanan (security) dan melengkapi prosedur penerimaan tamu.

Setelah menunggu berjam-jam hingga tamu lain selesai ditemui, kepastian wawancara tak kunjung diberikan oleh pihak sekretariat kepala kantor.

​Sikap tidak kooperatif terlihat ketika Didik Purnomo justru memilih pergi meninggalkan lokasi.

Ia tepergok keluar melalui pintu/akses khusus di sisi gedung kantor dengan pengawalan sejumlah sekretaris pribadi, lalu bergegas pergi menggunakan mobil Toyota Fortuner berwarna hitam.

​Sulitnya mengakses informasi dari Kepala BPN yang baru ini juga dirasakan oleh sejumlah wartawan lainnya di Kabupaten Tangerang.

Hasanudin, salah seorang jurnalis senior setempat, membandingkan kepemimpinan Didik dengan pejabat sebelumnya yang dinilai lebih terbuka terhadap media.

​”Sangat susah dihubungi, beda dengan Kepala BPN sebelumnya. Beberapa kali pesan singkat tidak pernah dibalas, telepon juga tidak pernah diangkat,” ungkap Hasanudin. Keluhan senada turut disampaikan oleh jurnalis lain, seperti Rudy, Sigit, dan Wawan, Jumat, (2/10/2026).

​Sikap tertutup yang ditunjukkan oleh Kepala BPN Kabupaten Tangerang ini sangat disayangkan.

Padahal, keterbukaan informasi dari instansi berwenang sangat krusial dalam kerja jurnalistik demi menyajikan informasi yang berimbang (cover both sides) dan akurat bagi masyarakat.

​Hingga berita ini ditayangkan, Didik Purnomo belum memberikan keterangan resmi terkait polemik LSD/LBS maupun alasan di balik sikapnya yang enggan merespons konfirmasi wartawan.***

HKTI Banten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien