Iklan Banner

Bandara Soetta Keluhkan Benang Layang-layang Bikin Keselamatan Penerbangan Terganggu

Pandeglang Gerindra HUT

 

TANGERANG-Bandar Udara Soekarno-Hatta (Bandara Soetta) mengeluhkan benang layang-layang mengganggu keselamatan penerbangan.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Otoritas Pengelola Bandara Soetta Putu Eka Cahyadi mewakili Komunitas Bandar Udara Soekarno-Hatta (Kombata).

Ia mengungkapkan, terdapat dua kejadian dimana benang layangan mengganggu keselamatan penerbangan.

Pertama pada 23 Agustus 2025 yang menimpa helikopter.

Lalu pada 3 September 2025 yang menimpa pesawat Airfast di bagian mesin.

“Untuk Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) mencapai radius 15 km,” ungkap Putu dalam rakor bertema Penanganan Gangguan Keselamatan Operasional Penerbangan, Kota Tangerang, Rabu (17/9/2025)

Menanggapi ini, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan, Pemkab baru memiliki perda yang mengatur tata tertib masyarakat di sekitar wilayah bandara. Namun perda itu masih perlu disosialisasikan lagi ke masyarakat.

“Perlu sosialisasi juga bahwa bandara berkontribusi positif kepada masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Maesyal, masyarakat sebetulnya sudah merasa membantu pihak bandara. Tapi perhatian bandara kepada kebutuhan masyarakat sekitar dirasa kurang.

Agil HUT Gerindra

“Masih ada hal-hal yang belum terselesaikan antara bandara dengan masyarakat,” ucapnya.

Hal senada juga diungkap Wali Kota Tangerang Sachrudin. Bandara Soetta butuh perhatian semua pihak terutama untuk kasus warga yang bermain layang-layang. Pihaknya sudah memiliki aturan sendiri mengenai hal tersebut.

“Dua Perda Kota Tangerang larangan menerbangkan layang-layang dan perda ketertiban masyarakat,” ucapnya.

Sachrudin menyarankan kepada pengelola bandara terkait pemanfaatan lahan. Sebaiknya menurut wali kota ada sarana dan prasarana yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat.

“Khususnya pemanfaatan lahan,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan bahwa, saat ini hambatan yang ditemukan dalam pelaksanaan keselamatan penerbangan di Bandara Soetta bermacam-macam.

Misalnya berupa sinar laser, pembakaran sampah, layang-layang, penerbangan drone, balon udara, hingga adu burung merpati.

Semua pihak, kata Andra, perlu membantu pengelola bandara agar hambatan ini diantisipasi demi keselamatan penerbangan.

“Perlu sinergitas dan kolaborasi pengelola bandara dengan pemerintah daerah sekitar. Khususnya dengan Provinsi Banten, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang,” ungkap Andra.

Sebagai informasi, Kombata sendiri terdiri dari PT Angkasa Pura II, Imigrasi, Polres, Garuda Indonesia, Bea Cukai, Kodim, Karantina, Otoritas Bandara, serta Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Adapun Bandara Soetta telah di lakukan audit keamanan penerbangan pada tahun 2025. Bandara kebanggaan warga Banten ini mendapatkan nilai 88,85. (*/Ajo)

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien