Iklan Banner

‎Gandeng Dinas Ketahanan Pangan Tangsel, Dewan Gerindra Gelar Gerakan Pangan Murah dengan Dana Pribadi di Ciputat

DPRD Kota Serang HPN


‎TANGERANG SELATAN – Gerakan Pangan Murah “Ngider” yang diinisiasi oleh Maria Teresa Suhardja selaku Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan dan Yudi Budi Wibowo selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten kembali digelar dan mendapatkan sambutan antusias dari warga dan apresiasi dari jajaran Pemerintah.

‎Gerakan ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga dipandang sebagai perwujudan nyata membangun kedaulatan pangan di tingkat akar rumput.

Yepi Suherman, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Tangsel, memberikan apresiasi tinggi atas komitmen kedua inisiator.

“Ibu Maria yang luar biasa ya dari Gerindra itu yang terus mendorong gerakan ini, beliau terus semangat untuk memberikan subsidi. Mudah-mudahan ke depannya Tangsel bisa mendorong dari APBD-nya karena ini sangat penting buat warga bisa membeli barang dengan murah, bisa terjangkau,” ujar Yepi, saat memberikan sambutan pada acara pembukaan, Senin (27/10/2025).

Ia menegaskan pentingnya program semacam ini di Kota Tangerang Selatan, kota yang bersifat konsumtif.

“Ini program-program pemerintah supaya warga Tangsel bisa adem, bisa tenang, harga murah terjangkau. Kita sebagai kota-kota yang konsumtif, nunggu kiriman dari luar. Bila kita tidak program yang seperti tadi untuk subsidinya, akhirnya warga yang kena dampaknya,” jelasnya.

Yudi Budi Wibowo, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya bisa hadir langsung di tengah masyarakat.

‎”Saya sangat berbangga sekali hadir di tengah-tengah ibu-ibu walaupun siang, panas-panas sedikit biar ada vitamin D nya,” ujarnya dengan riang.

Yudi menekankan bahwa gerakan ini adalah bagian dari cita-cita besar Presiden Republik Indonesia.

“Gerakan pangan murah ini adalah gerakan perwujudan dari Asta cita Pak Prabowo, yaitu tentang kedaulatan pangan,” jelasnya.

‎”Indonesia khususnya di Tangerang Selatan dan di Ciputat ya, kita bisa bersama-sama bergotong-royong dalam kerangka memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” imbuhnya.

Lebih dari sekadar bantuan langsung, Yudi berharap kegiatan ini memicu kemandirian pangan.

‎”Ke depan kami berharap bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini, kegiatan-kegiatan membangun ketahanan pangan dari lingkungan, musti harus kita jalankan bersama-sama. Minimal di halaman-halaman perkarangan rumah kita kita bisa berkebun,” pesannya.

Dedi Haryadi HUT Gerindra

‎Ia mengingatkan kembali semangat gotong royong yang telah terbukti selama pandemi.

“Kenapa saya ngomong begini? Karena kita sudah pernah melakukan itu ketika ada lockdown waktu zaman covid. Ya, banyak kampung-kampung menjadi kampung-kampung ketahanan pangan, masyarakat menanam sayur-mayur untuk kebutuhan lingkungannya sendiri,” pungkasnya.

Ke depan, Yudi juga berharap pola kolaborasi ini terus berlanjut.

“Kami ingin anggota DPRD, kepala dinas, dan dinas-dinas terkait yang berkaitan dengan pangan itu bisa bekerja sama bergotong-royong untuk kemudian bersama-sama membuat satu pola ketahanan pangan di lingkungan kita masing-masing,” harapnya.

‎Yang menjadi perhatian khusus dalam gerakan ini adalah sumber pendanaannya yang murni dari inisiatif dan kantong pribadi para inisiator.

Maria Teresa Suhardja dengan tegas menyatakan hal tersebut.

‎”Ini jangan lupa dihighlight buat media, ini nih program Gerakan Pangan Murah Ngider Tangerang Selatan ini diinisiasi oleh Pak Yudi dan saya sendiri,” serunya yang disambut tepuk tangan meriah warga.

Ia juga membeberkan perkembangan program sejak pertama kali diluncurkan.

‎”4 bulan yang lalu, acaranya 2 hari berturut-turut di Kecamatan Ciputat dengan jumlah kupon yang kita bagikan sekitar 250 kupon. Namun antusiasme masyarakat meningkat. Acara gerakan pangan murah yang awal saya buat yang saya inisiasikan adalah 250, tapi ada sekitar 300-400 warga yang mendapat manfaatnya,” ucap Maria.

Maria juga merinci komoditas yang disubsidi, dan bisa dinikmati oleh masyarakat.

“Banyak pangan premium, beras premium, ada minyak, ada sanko, kemudian telurnya, telur ayam negeri dari Koperasi Ketahanan Pangan Kota Tangerang Selatan, satu kotak isinya 15 butir. Kemudian ada gula pasir, ada tepung terigu serbaguna, ada sayur-mayur, item kali ini lebih banyak,” jelas Maria.

Ke depan, Maria berharap gerakan ini bisa diperluas jangkauannya.

“Jadi, saya berharap agar ke depannya, acara ini lebih sering lagi ya, di setiap RW, di setiap RT, di setiap Kelurahan, di setiap Kecamatan, seluruh Kota Tangerang Selatan,” tutup Maria.***

DPRD Kab Serang HPN
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien