Gerakan Masjid Indonesia Berdaya Dideklarasikan di Tangsel, Bangkitkan Ekonomi Umat dari Masjid
TANGERANG SELATAN – Sebuah gerakan nasional untuk memperkuat peran masjid melalui pemberdayaan umat secara resmi dideklarasikan pada hari ini Senin (20/10/2025) di Swiss-BelHotel, Tangerang Selatan.
Gerakan bertajuk Masjid Indonesia Berdaya (MIBA) ini diinisiasi oleh Gerakan Masjid Indonesia Berdaya (GMIB) dan menandai sebuah babak baru dalam menghidupkan masjid sebagai pusat perekonomian masyarakat.
Acara deklarasi yang dihadiri oleh perwakilan pengurus 200 masjid dari seluruh Indonesia, mulai dari Jabodetabek, Sumatera, Bali, Sulawesi, Maluku, hingga Papua, ini menjadi momentum strategis bagi para pemakmur masjid untuk bersinergi.
Gerakan ini juga mendapat dukungan kolaboratif dari berbagai pihak strategis, termasuk Kitabisa, ParagonCorp, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Agenda kegiatan yang diselenggarakan di hotel itu meliputi silaturahim antar pengurus masjid, membuka pola pikir, meningkatkan iterasi manajemen masjid, dan mendengarkan nasehat dari para ulama, serta deklarasi Gerakan
Masjid Indonesia Berdaya.
Para ulama yang hadir dan memberikan nasehat dalam acara ini antara
lain Ustadz Abdi Kurnia Johan, Ustadz Luqmanul Hakim, dan Habib Muhammad bin Anies Shahab.
Kehadiran mereka menambah semangat para peserta untuk meneguhkan kembali peran asjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua Panitia MIBA sekaligus Ketua Umum Yayasan Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ), Rastowo Muhammad Wibowo, menyampaikan bahwa gerakan ini lahir dari semangat untuk menjadikan masjid sebagai pusat kehidupan umat yang utuh.
“Kami ingin masjid tidak hanya hidup di waktu- waktu shalat, tetapi juga menjadi pusat kehidupan sosial dan ekonomi. Dari masjid, umat saling mengenal, saling menguatkan, dan saling menumbuhkan. Tidak ada egosentris antar pengurus Masjid, yang ada hanyalah sinergi untuk kemaslahatan umat,” ujar Prastowo, Senin (20/10/2025).
Dukungan dari sektor keuangan syariah juga mengemuka. Yusuf Sidik, perwakilan dari Bank Syariah Indonesia (BSI), menyatakan komitmen penuhnya.
”BSI berkomitmen mendukung gerakan yang menghadirkan kemaslahatan bagi umat. Kami percaya, masjid memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi keumatan, dan BSI siap menjadi mitra strategis dalam mewujudkannya,” tegas Yusuf.***
