Sinergi Strategis Lazismu Pusat dan Remaja Darussalam: Menjadikan Masjid Laboratorium Adab
TANGERANG SELATAN – Setelah sepekan penuh berjibaku dalam kurikulum pembentukan karakter, gelaran Event Ramadhan Darussalam Vol. 2 resmi ditutup pada Minggu (15/3/2026).
Bertempat di selasar Masjid Darussalam, upacara penutupan yang dipimpin oleh Ketua Panitia, Faiz Adiyatma, berlangsung khidmat dan penuh haru.
Acara yang dimulai sejak 7 Maret ini berhasil meluluskan puluhan anak sebagai “Agen Beradab”.
Mereka dibekali misi kesantunan untuk dipraktikkan langsung di tengah masyarakat dan lingkungan keluarga.
“Hari ini kita sedang merayakan lahirnya kebiasaan baru. Indikator keberhasilan kami sederhana: ketika anak pulang dan mencium tangan orang tuanya dengan tulus atau mampu menahan diri dari pertengkaran. Itulah esensi ‘Misi Rahasia’ yang sebenarnya,” ujar Faiz Adiyatma.
Berbeda dengan kajian formal yang kaku, panitia menggunakan pendekatan interaktif melalui “buku misi”.
Setiap hari, peserta ditantang melakukan perbuatan baik di rumah, mulai dari etika berbicara kepada orang tua hingga simulasi adab makan.
Kurikulum ini dirancang untuk menanamkan pemahaman bahwa adab adalah kunci utama dalam menuntut ilmu.
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari peran Lazismu Pusat sebagai mitra strategis utama melalui program “Back to Masjid”. Dukungan yang diberikan mencakup:
Dukungan operasional dan logistik yang matang.
Penyediaan sarana edukasi berkualitas tinggi, seperti modul belajar menarik dan alat peraga dongeng Islami.
Pemberian bingkisan hadiah bagi peserta yang paling konsisten menjalankan misinya.
“Sinergi ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara pemuda dan lembaga profesional dapat menciptakan dampak sosial yang nyata,” tambah Faiz.
Dengan berakhirnya acara ini, kolaborasi antara Remaja Darussalam dan Lazismu Pusat diharapkan menjadi pemantik bagi masjid-masjid lain di Indonesia untuk lebih memprioritaskan investasi pada pembangunan karakter dan adab generasi muda. ***

