Suami Istri Bertarung di Pilkades Serentak Tangerang

TANGERANG – Pasangan suami istri (Pasutri) di Desa Mekar Kondang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang bertarung dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Pasutri itu ialah Muhammad Sofa sebagai calon incumbent dan istrinya, Udriah sebagai penantang.

Muhammad Sofa mendapatkan nomor undian pencalonan 1. Sementara sang rival Udriah merupakan istrinya mendapatkan undian pencalonan nomor 2.

Muhammad Sofa bercerita, sejak awal dibukanya proses pendaftaran calon kepala desa setempat tidak ada satupun orang calon, selain dirinya yang mendaftar Pilkades tersebut. Hingga dua kali perpanjangan pendaftaran tidak ada yang mendaftar. Akhirnya sang istri pun didaftarkan dalam pencalonan untuk menghindari calon tunggal.

Menurutnya, terdapat aturan yang tidak memperbolehkan calon kepala desa tunggal atau melawan kontak kosong.

“Jadi saya ada lawan dengan ibu (istri) sebagai pendamping lawan calon,” ujar Sofa saat ditemui oleh di TPS 04 Desa Mekar Kondang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Minggu (10/10/2021).

Pria kelahiran 15 Mei 1974 itu menjelaskan, pencalonan sang istri tersebut guna melengkapi administrasi untuk menghindari calon tunggal.

Kartini dprd serang

“Ya jadi ini sebagai syarat administrasi karena Perbup tidak boleh kotak kosong aturannya seperti itu. Pendaftaran ibu setelah beberapa kali di buka pendaftaran, pendaftaran ga ada yang daftar,” jelasnya.

Meski demikian pada Pilkades 2015 lalu, Sofa menuturkan dirinya mendapatkan lawan yang bukan istrinya. Namun kali ini, ia harus ditantang oleh sang istri dalam Pilkades serentak 2021 ini.

“Ya seperti itu, ya bahasa penantang kalau bicara lawan,” katanya.

Sofa mengatakan tidak ada kesenjangan dalam proses Pilkades ini, meski ditantang oleh sang istri. Sementara ini berjalan lancar, aman dan terkendali. Setelah selesai mencoblos, Sofa terus bersilahturahmi masing-masing TPS untuk memotivasi masyarakat dalam menyukseskan Pilkades terlebih dirinya sebagai incumbent.

Sementara sang istri kelahiran 14 Agustus 1977 usai memilih tetap berada di rumah untuk menerima tamu.

Sofa menuturkan bahwa dalam kontestasi Pilkades terdapat resiko pasti ada menang dan kalah. Ia menegaskan siapapun yang terpilih kita sudah siap menang siap kalah.

“Karena itu sudah ada peraturan Pilkades. Siapapun yang terpilih itu yang dipilih masyarakat, tapi kita tetap optimis. Intinya seperti itu,” tuturnya.

“Mungkin saya sendiri pasangan suami-istri bertarung di Pilkades kabupaten Tangerang,” tutupnya. (*/CNN)

Polda