Di Benteng Spelwijck, Kehancuran Kesultanan Banten Dimulai

SERANG – Saat melakukan kunjungan ke Provinsi Banten, jangan lupa untuk mengunjungi tempat-tempat yang memiliki cukup tinggi nilai sejarah peradaban Banten.
Salah satunya ialah Benteng Spelwijck yang berlokasi di Kampung Pamacinan, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Kehadiran Benteng Spelwijck sebetulnya merupakan simbol keberhasilan Belanda dalam menaklukkan Kesultanan Banten. Spelwijck sendiri diambil dari nama Gubernur Jendral Hindia saat itu yaitu Cornelis Janszoon Speelman.
Walaupun sebelum melakukan pembangunan, Belanda datang ke Kesultanan Banten untuk izin langsung kepada Sultan Haji yang memimpin kurang lebih 1672-1684 Masehi.
Sekedar informasi, bahwa Sultan Haji sendiri merupakan anak kandung dari Sultan Ageng Tirtayasa yang berhasil diadu domba oleh Belanda untuk memberontak kepada ayahnya.
Atas bantuan Belanda itulah, akhirnya Kesultanan Banten berhasil direbut oleh Sultan Haji dari ayahnya yaitu Sultan Ageng Tirtayasa.

Untuk mengantisipasi agar ketika Sultan Ageng Tirtayasa dikhawatirkan kembali menyerang Keraton Surosowan, Belanda akhirnya meminta agar Sultan Haji mengijinkan pembangunan Benteng Spelwijck di area dekat dengan Keraton Surosowan.
Tujuannya ketika Sultan Ageng Tirtayasa kembali ke Keraton Surosowan, Sultan Haji masih dapat memiliki tempat dan bantuan perlindungan dari Belanda.
Padahal itu merupakan strategi Belanda untuk mengawasi gerak-gerik Kesultanan Banten dalam jarak yang sangat dekat.
Di Benteng Spelwijck ini juga, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan Benteng Spelwijck yang masih utuh.
Kecuali bangunan-bangunan yang ada di dalam Benteng tersebut yang memang kondisinya juga sudah hancur lebur.
Berdasarkan hasil penelusuran Fakta Banten di lapangan, kondisi Benteng Spelwijck lumayan cukup adem dan nyaman untuk mengisi waktu santai para pengunjung.
Untuk keperluan logistik juga cukup murah, pengunjung cuma diharuskan untuk membayar biaya parkir sebanyak 5 ribu rupiah saja. (*/Mukhlas)
