Pemuda Lebak Akan Dapat Pelatihan Khusus Sebelum Masuk Seleksi Kepolisian

LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak melakukan kerjasama dengan Polres Lebak untuk menyelenggarakan pembinaan dan pelatihan khusus terhadap pemuda Kabupaten Lebak yang akan mengikuti seleksi masuk kepolisian.

Penandatanganan kerjasama dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi dengan Kapolres di Aula Polres Lebak, Selasa (31/10/2017)

Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi menyambut baik kerjasama dengan kepolisian itu. Menurut politisi PDIP tersebut, hal ini merupakan terobosan besar yang akan membantu masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Lebak yang bercita-cita menjadi anggota Polri.

Dengan melakukan pembinaan dan pelatihan secara intens sebelum menghadapi seleksi resmi, penerimaan calon anggota agar peserta calon anggota Polri memiliki bekal ilmu pengetahuan dan persiapan fisik untuk dapat bersaing dengan peserta dari kota lain.

“Bagi anak-anak kita yang masih muda dan berminat menjadi anggota kepolisian Republik Indonesia akan kita bina dan kita latih, kita telah kerjasama antara Pemkab Lebak dengan Polres Lebak dalam hal pembinaan dan pelatihan, karena tanpa pembinaan dan pelatihan, kita sulit bersaing dengan peserta dari kota lain yang memiliki fasilitas pendidikan lebih tinggi,” ungkap Wakil Bupati.

Lebih lanjut, Wakil Bupati mengucapkan terimakasih kepada Kepolisian Republik Indonesia dengan adanya program pembinaan dan pelatihan ini, sehingga harapan dan peluang masyarakat Kabupaten Lebak yang bercita-cita menjadi anggota Polri terbuka lebih lebar.

Sementara Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto mengatakan, program pembinaan dan pelatihan ini bersifat independen, yang artinya tidak berhubungan dengan proses seleksi dan tes resmi, sehingga pada pelaksanaan seleksi nantinya para peserta pembinaan dan pelatihannya tidak akan mendapatkan perlakuan khusus atau istimewa.

Pelatihan ini sifatnya pembinaan, karena peserta akan dilatih selama berbulan-bulan untuk mempersiapkan fisik, mental dan pengetahuannya.

“Kerjasama ini akan mendorong putera puteri asli Kabupaten Lebak yang berminat menjadi anggota Polri yang semangat mengikuti latihan dan kita akan fasilitasi dengan adanya program ini, dan kami berharap kepada Pemkab Lebak turut mensosialisasikan program ini sehingga penerimaan anggota Polri bisa bersih dan transparan,” ungkap Kapolres Lebak.

Kapolres juga menjelaskan pada pelaksanaan seleksi penerimaan Polri nantinya diharapkan dengan melalui prinsip betah, objektif dan unggul dengan target clean and clear dari stigma pemikiran negatif masyarakat tentang masuk kepolisian harus mengeluarkan biaya mahal dan terkesan nepotisme akan berubah.

“Mau anak jendral mau anak petani sama saja posisinya,” pungkas Kapolres.

Program pembinaan dan pelatihan putera-puteri yang akan mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri saat ini telah memiliki 55 peserta yang berasal dari Kabupaten Lebak, dan akan dilatih secara periodik dimulai dari bimbingan kesehatan, psikologi dan bimbingan jasmani. (*/Nana Sofyan)