Pemkot Serang dan DPRD Banten Sepakat Percepat Status Ibu Kota dan Penataan Infrastruktur

SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dan DPRD Provinsi Banten menunjukkan sinergi nyata dalam membangun wajah ibu kota provinsi yang lebih modern dan terang.
Hal itu tampak dalam kunjungan reses Pimpinan dan Anggota DPRD Banten Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Serang untuk Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026, Rabu (11/2/2026).
Pertemuan yang digelar di Kota Serang itu menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan antara pemerintah kota dan provinsi, terutama terkait percepatan penetapan status Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten serta pembenahan infrastruktur dasar seperti Penerangan Jalan Umum (PJU) dan penanganan banjir.
Anggota Komisi I DPRD Banten, Encop Sofia, mengungkapkan tiga persoalan utama yang menjadi aspirasi masyarakat.
“Semuanya urgent. Pertama penerangan jalan, kedua penanganan sampah, dan ketiga penguatan Posyandu,” ujarnya.
Menurutnya, revitalisasi Posyandu penting untuk memastikan gizi masyarakat terpenuhi secara berkelanjutan.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Banten Teguh Istaal menyoroti minimnya PJU di Kota Serang.
Berdasarkan data yang diterimanya, Serang masih kekurangan sekitar 6.000 titik lampu jalan.

“Kami akan bersinergi dengan Pemprov agar Kota Serang bisa lebih terang dan aman dari kriminalitas. Target kita ke depan: bagaimana caranya Kota Serang benar-benar menyala,” tegasnya.
Selain penerangan, Teguh juga menyoroti rencana pembangunan Exhibition Hall, jalur pedestrian, serta percepatan normalisasi sungai termasuk Sungai Cibanten untuk mengatasi banjir.
Ia mengapresiasi langkah cepat Pemkot Serang dalam menangani persoalan banjir yang kerap melanda.
Dari pihak Pemkot Serang, Asisten Daerah I Subagyo menyampaikan harapan besar agar DPRD Banten turut mengawal percepatan penetapan Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten.
“Persyaratan dan kajian sudah kami sampaikan ke Kemendagri. Kami berharap dukungan penuh dari anggota DPRD Dapil Serang agar prosesnya bisa segera selesai,” ujarnya.
Subagyo juga menyinggung persoalan penyerahan aset dari Kabupaten Serang ke Kota Serang yang hingga kini masih menyisakan pekerjaan rumah.
“Beberapa gedung milik Kabupaten di wilayah kota mulai mengganggu estetika dan penataan. Kami ingin itu segera dituntaskan agar lahan bisa dimanfaatkan untuk fasilitas publik,” katanya.
Selain itu, Pemkot juga mengusulkan dukungan provinsi untuk pembangunan Flyover Kaligandu, mengingat kawasan tersebut masih menjadi titik kemacetan meski Flyover ke Unyur sudah berdiri.
Sebagai penutup, Subagyo menyampaikan rencana pembangunan gedung pertemuan representatif di samping Banten International Stadium (BIS).
“Sebagai ibu kota provinsi, kita butuh balai pertemuan besar untuk mendukung ekonomi kreatif. Lahannya sudah siap, tinggal dukungan pembangunannya dari provinsi,” pungkasnya.***


