Iklan Banner

Gelapkan Gandum 28 Ton dari Pelabuhan Ciwandan, 3 Orang Diamankan Polisi

Pandeglang Gerindra HUT

CILEGON – 3 orang ditangkap di Banten Port atau Pelabuhan Ciwandan terkait penggelapan barang produksi curah kering berupa biji gandum, yang seharusnya dibawa ke PT Pundi Kencana.

Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono menjelaskan, dirinya membawa 3 orang dan barang bukti diatas meja, hal ini berkaitan tindak pidana pengelapan pada Selasa, 13 Juli 2020 lalu.

“Tepatnya Pada 04.30 WIB, yang digelapkan adalah biji gandum kurang lebih 28 ton, yang seharusnya diangkut dari Pelabuhan Ciwandan ke PT Pundi Kencana. Namun oleh tersangka dibawa ke Jalan Lingkar Selatan,” kata Kapolres, Jum’at (16/7/2021).

Dimana, tersangka membongkar dan menerima sejumlah uang yang dijanjikan sekitar Rp 10 juta oleh tersangka, dan telah menerima pembayaran dimuka sebesar Rp 2,5 jt yang hasilnya dibagi 2 oleh supir truk dan kernet.

“Pengungkapannya kita tahu di pelabuhan curah yang cukup besar, sehingga bongkaran dari pelabuhan ke gudang menggunakan jasa truk, pelaku ini seharusnya sebagai transporter pertugas menggeser ke PT Pundi,” ujarnya kepada wartawan.

Agil HUT Gerindra

Inisial pelaku adalah RA sebagai supir, S sebagai kernet, dan satu orangnya inisialnya masih DPO.

Dimana, satu tersangka DPO ini AH yang menghubungi 2 orang ini agar tak bongkar di PT Pundi tapi di lapak jalan lingkar.

“Kemudian barang itu diantar dari pelabuhan ke jalan lingkar lalu balik lagi. Ada kecurigaan oleh keamanan karena sangat cepat,” ujarnya.

Akhirnya, pada Selasa dinihari Polsek KP3 Banten melakukan penyelidikan bersama pihak keamanan, dan ini sudah diamankan pihak keamanan. Tim Polsek datang untuk pemeriksaan lebih lanjut, dimana kedua tersangka ini diarahkan karena ada tawaran imbalan uang, untuk bongkar di JLS.

“Oleh Polsek KP3 Banten dibawa untuk pemeriksaan awal, setelah ada alat bukti memenuhi tindak pidana diserahkan ke Polres Cilegon. Setelah pendalaman muncul satu nama yakni DS yang menerima bongkaran,” jelasnya.

DS juga diketahui sebagai pemilik lapak di jalur lingkar tepatnya di Sumur Watu, Kelurahan Citangkil, Cilegon, dan DS diperiksa serta mengakui menyediakan lapak untuk menampung gandum seberat 28 ton ini.

“28 Ton ini satu kali angkut, langsung dibawa ke lapak. Setelah kosong dibawa (truk) ke pelabuhan,” pungkasnya. (*/A.Laksono).

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien