Iklan Banner

Nyaris Diterkam Buaya, Petani di Pandeglang ini Melawan dengan Sebilah Golok 

DPRD Kota Serang HPN

 

PANDEGLANG – Nasib naas harus dialami seorang petani, Tasru (52) warga Desa Batu Hideung, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang.

Pasalnya, ia diserang buaya muara saat sedang mencari umpan untuk mancing di pinggiran Sungai Citeluk.

Alhasil, kaki sebelah kirinya mengalami luka parah akibat gigitan predator air tersebut. Beruntung, ia berhasil selamat setelah mencoba melakukan perlawanan dengan sebilah golok yang dipegangnya.

W.arga setempat, Agus Nurdin (31) menuturkan, peristiwa terjadi pada Senin 3 Januari 2021 kemarin sekitar pukul 12.00 WIB.

Saat itu, korban yang tengah beristirahat sehabis kerja di sawah hendak memancing di Sungai Citeluk yang berada tidak jauh dari areal sawah miliknya.

Namun, saat sedang mencari udang dan kepiting yang berada di pinggiran sungai. Tiba-tiba seekor buaya muara berukuran 4 meter langsung menerkam kaki sebelah kiri korban.

“Iya kemarin kejadiannya. Memang biasanya siang itu istirahat dulu dari sawah. Nah memang biasanya dia (korban) itu sering mancing di situ (sungai) kalau waktu istirahat. Kan sawah sama sungai itu ga jauh. Itu lagi nyari umpan, kan banyak di pinggir sungai tuh, tapi karena mungkin ga fokus, tiba-tiba dari belakang dia digigit (buaya),” kata Agus saat dikonfirmasi, Selasa 4 Januari 2021 sore.

Dedi Haryadi HUT Gerindra

“Pas digigit itu, korban sempet tarik-tarikan sama buaya. Dia ini kan bawa golok, langsung dia ngeluarin golok. Tapi sebelum goloknya disabetin ke buaya, eh buayanya keburu ngelepasin gigitannya itu. Korban pun langsung naik dari sungai dengan banyak darah di kaki, terus teriak minta tolong,” lanjutnya.

Agus menyampaikan, warga setempat sudah mengetahui di aliran Sungai Citeluk banyak buaya.

Hal itu lantaran masyarakat sudah sering melihat kemunculan buaya-buaya berukuran besar yang melintas di lokasi tersebut.

Namun diakuinya, jika serangan buaya terhadap warga baru kali ini terjadi. Sebelumnya, buaya dilaporkan sempat menyerang hewan ternak milik warga yang sedang digembalakan di pinggiran sungai.

“Di situ (Sungai Citeluk) memang sering muncul, kadang lewat doang, kadang berjemur. Suka terlihat 2 ekor, kadang 3 ekor. Tapi kalau nyerang ini kayaknya baru kali ini, dulu sempet sih yang dimangsa itu kerbau,” ungkapnya.

Warga yang merasa kesal dengan ulah buaya tersebut pun langsung melakukan pencarian untuk menangkapnya. Alhasil, buaya pun berhasil ditemukan dan diamankan warga pada Selasa 4 Januari 2021 pagi.

“Masyarakat di sana sekitar jam 11 malam tadi melakukan pencarian, dan subuh itu buayanya ditangkap. Pas diangkat ke darat kondisinya sudah mati. Kurang tau kenapa. Dan pagi tadi sudah dikubur khawatir busuk,” kata Kapolsek Cimanggu, Iptu Darwin.

Guna mencegah terjadinya insiden serupa, Darwin mengaku, jika pihaknya pun akan memasang papan peringatan di areal Sungai Citeluk agar tidak ada masyarakat yang melakukan aktivitas di areal sungai.

“Tadi saya ngumpulin warga, minta mereka untuk tidak beraktivitas di areal sungai. Kita juga lakukan langkah cepat, akan kita pasang papan peringatan di areal sungai itu,” tandasnya. (*/YS)

HPN Dinkes Prokopim
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien