Wisata Anyer

Badko HMI Jabodetabeka-Banten Sebut Pj Gubernur Gagal Atasi Kemiskinan dan Pengangguran

 

SERANG – Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jabodetabeka – Banten Faisal Dudayef Payumi Padma menilai PJ Gubenur Banten Al-Muktabar telah gagal mengatasi kemiskinan dan pengangguran, terbukti Provinsi Banten menjadi sebagai Provinsi dengan pengangguran terbuka (TPT) pertama di Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Banten masih menjadi daerah yang paling banyak pengangguran dibandingkan wilayah lain di RI. BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di daerah ini sebanyak 486,35 ribu orang atau 7,97 persen.

“Dari data BPS mengenai kemiskinan dan pengangguran di Banten yang tertinggi di Indonesia artinya Pj Gubernur Banten Al – Muktabar telah gagal memimpin Banten,” ujar Faisal Dudayef yang merupakan mantan Ketua HMI Cabang Serang Periode 2020-2021.

“Diperparah, sekitar 154 ribu orang di Provinsi Banten masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem,” tambahnya.

Tercatat dari tahun 2012 penduduk miskin di Banten berjumlah 642,88 ribu, kemudian tahun 2022 naik menjadi 829,66 ribu penduduk.

“Dalam satu tahun kepemimpinan PJ Gubenur Banten tidak mampu menekan angka kemiskinan dan pengangguran,” lanjut Faisal

Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) itu menyayangkan Pj Gubernur Banten gagal memetakan persoalan kemiskinan dan pengangguran padahal kedua persoalan tersebut menjadi hal penting di setiap kepemimpinan sebelumnya.

“Padahal, isu kemiskinan dan pengangguran sudah menjadi hal krusial di era kepemimpinan sebelumnya,” tegasnya.

“Saya melihat kepemimpinan PJ Gubenur Banten Al Muktabar selama satu tahun tidak memiliki Roadmap dan visi yang jelas dalam mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran di Provinsi Banten,” tutupnya. (*/Fachrul)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien