Optimalkan Peran Pers Kampus, LPM Dialektika STISIP Banten Raya Gelar Pondok Jurnalis
PANDEGLANG – Kegiatan Pondok Jurnalis yang digelar oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dialektika STISIP Banten Raya di Gedung OKP Kabupaten Pandeglang akhirnya usai juga.
Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari tersebut (15-17/03/2024) mengangkat tema ‘Optimalisasi Peran Jurnalis Kampus di Era Digital’.
Menurut ketua Pelaksana Tegar Permana, hampir 90 persen kegiatan tersebut sudah sesuai dengan Kurikulum Pendidikan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) LPM Dialektika.
Selain karena dihadiri oleh berbagai narasumber yang memang kompeten langsung di bidangnya, antusiasme dari para peserta nya juga lumayan terlihat cukup tinggi.
“Tinggal ke depan kami harus terus konsisten menyirami anggota baru ini, ya tujuan nya biar pertumbuhan mereka di LPM Dialektika lebih subur lagi, terus lebih cekatan lagi, dan yang paling terpenting ialah lebih efektif lagi pergerakan nya,” kata Tegar Permana saat diwawancarai di acara penutupan Pondok Jurnalis, Minggu (17/3/2024).
Di tempat yang sama, Ketua Umum LPM Dialektika STISIP Banten Raya Mukhlas Nasrullah juga mengatakan hal yang senada. Ia bahkan optimis LPM Dialektika ke depannya akan banyak melahirkan bibit-bibit yang unggul.
“Mahasiswa itu aset Indonesia yang tidak akan habis-habis. Dan sebagai penjaga nilai, tentu dong keberadaan nya tidak boleh sampai disia-siakan. Dan LPM Dialektika sudah membuktikan itu semua lewat kegiatan Pondok Jurnalis ini,” ungkapnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh kader LPM Dialektika untuk terus meningkatkan kualitas dirinya, serta berkomitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian kaderisasi yang ada di LPM Dialektika.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa ada dua modal utama yang harus disiapkan oleh kader LPM Dialektika ketika ingin menjadi seorang Jurnalis Kampus yang kompeten. Pertama mental, dan yang kedua adalah intelektual.
“Mengapa mental yang harus didahulukan, karena jurnalis itu merupakan kegiatan yang mulya. Kita ini pejuang kebenaran, pejuang keadilan, dan pejuang kemanusiaan. Otomatis tidak semua orang akan berpihak dan mendukung kita, maka apapun resikonya harus siap kita ladeni,” tegasnya.
Dan kegiatan pun di tutup oleh Pembina LPM Dialektika STISIP Banten Raya, yaitu Ari Supriadi.
Dalam sambutannya, ia mengatakan pentingnya peran mahasiswa untuk terus konsisten menjaga dan merawat warisan intelektual.
“Salah satunya ialah dengan Mahasiswa konsisten melakukan gerakan pembaharuan. Pembaharuan dalam artian yaitu Mahasiswa berarti tidak boleh sampai stuck dan padam pergerakannya, misalnya setelah kegiatan ini lahir minimal sebuah produk jurnalistik yang lebih baik lagi,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa indikator keberhasilan kegiatan Pondok Jurnalis ialah ketika peserta sudah bisa menulis berita, dan menjadikan kebisaanya tersebut sebagai alat untuk memperjuangkan kebenaran dan kepentingan umum.
Selain itu, ia juga berharap agar kegiatan Pondok Jurnalis tersebut bisa berdampak tidak hanya di kampus semata, namun juga bisa berdampak secara lebih luas nantinya untuk bangsa dan negara.
“Tetap semangat, dan komitmen untuk mengikuti semua proses yang ada di LPM Dialektika. Nanti kita belajar lebih lagi terkait kejurnalistikan setelah kegiatan ini. Teman teman harus terus haus mencari hal-hal yang baru, dan harus terus haus mengupgrade diri sendiri,” pungkasnya. (*/Rizal)
