Gas Elpiji 3 Kg Langka, Pelaku UMKM Lebak sebut Usaha Bakal Tidak Berkembang
LEBAK – Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Lebak meyebut jika kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang terus berlanjut usahanya akan sulit berkembang.
Juli, seorang pelaku UMKM yang memproduksi keceprek dan emping di Lebak, mengungkapkan bahwa usahanya sangat bergantung pada ketersediaan gas elpiji 3 kg.
“Kami yang usahanya mengandalkan proses penggorengan sangat terdampak. Kalau gas langka dan di pangkalan sering habis, tentu produksi terhambat dan usaha kami bisa macet berkembang,” ujarnya, Selasa (4/2/2025).
Keluhan serupa disampaikan Minah, penjual nasi uduk di Rangkasbitung. Ia mengaku harus berkeliling dari satu warung dan pangkalan untuk mencari gas elpiji, namun sering kali tidak mendapatkannya.
“Saya jualan nasi uduk pakai gas, tapi sekarang susah sekali nyarinya. Kalau terus begini, usaha kecil seperti kami bisa rugi besar karena bahan baku nggak bisa diolah,” keluh Minah.
Pelaku UMKM berharap pemerintah segera mencari kelangkaan Gas melon itu tidak terus berlarut.
“Yah karena gas elpiji 3 kg merupakan kebutuhan utama bagi banyak usaha kecil di daerah,” pungkasnya.(*/Nandi)
