Mahasiswa Desak Pemkab Lebak Tindak Tegas Tambang Ilegal : Jangan Tutup Mata!

LEBAK– Mahasiswa Lebak mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) agar tidak tinggal diam terhadap maraknya aktivitas tambang ilegal yang semakin meresahkan masyarakat dan merusak lingkungan.
Baru-baru ini, terjadi penangkapan 10 orang diduga sebagai penambang ilegal di Kabupaten Lebak oleh Polda Banten.
Dalam penangkapan tersebut, pasti ada masalah baru yaitu nasib mantan pekerja yang menjadikan tambang sebagai mata pencaharian utama.
Mahasiswa Lebak meminta agar pemerintah turun langsung melakukan monitoring dan melakukan mitigasi apabila ada masyarakat yang terdampak ekonominya.

Mahasiswa di salah satu kampus di Lebak, Kandi Permana menilai bahwa keberadaan tambang ilegal telah membawa dampak negatif yang signifikan, mulai dari pencemaran lingkungan, kerusakan hutan, hingga konflik sosial di tengah masyarakat.
“Kami tidak ingin melihat Pemkab Lebak seolah tutup mata terhadap perusakan alam ini. Jangan hanya sibuk dengan program seremonial tanpa ada langkah nyata untuk menyelamatkan lingkungan dan masyarakat yang terdampak,” kata dia kepada Fakta Banten, Sabtu (8/2/2025).
Menurutnya, selain menimbulkan kerusakan lingkungan, aktivitas tambang ilegal juga sering dikaitkan dengan berbagai praktik ilegal lainnya, seperti peredaran uang gelap dan dugaan keterlibatan oknum tertentu.
Pernyataan Kandi semakin menguat setelah kepolisian berhasil menangkap 10 pelaku yang diduga terlibat dalam operasi tambang ilegal di beberapa titik di Lebak.
Namun, Kandi menilai bahwa upaya penegakan hukum saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kebijakan yang lebih ketat dari Pemkab dan Pemerintah Provinsi Banten.
“Penangkapan pelaku tambang ilegal memang langkah baik, tapi masalahnya bukan hanya di sana. Bagaimana dengan mereka yang ada di belakang layar? Bagaimana solusi bagi pekerja tambang yang kehilangan mata pencaharian?” tegasnya.
Ia meminta pemerintah untuk tidak hanya memberantas tambang ilegal, tetapi juga menyediakan solusi ekonomi bagi para pekerja yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor tersebut.
“Kalau tambang ilegal ditutup tanpa ada solusi alternatif, mereka akan tetap mencari cara untuk bertahan hidup. Pemkab harus hadir dengan program-program nyata untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih baik bagi mereka,” tambahnya. (*/Sahrul).


