Wisata Anyer

Ledakan Gas LPG 3 Kg di Cilegon: Korban Jalani Operasi, Keluarga Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

Posco Idul Adha

CILEGON – Empat warga Lingkungan Kramat Jati RT 05 RW 02, Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, mengalami luka bakar serius akibat ledakan tabung gas LPG 3 kilogram. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Ledakan ini mengakibatkan para korban menderita luka bakar di sejumlah bagian tubuh, mulai dari wajah, tangan, hingga kaki. Korban dengan luka terparah adalah Ruihah (60), yang mengalami luka bakar di area wajah dan ekstremitas.

Anak korban, Vivi, menjelaskan bahwa selain ibunya, tiga anggota keluarga lain juga turut menjadi korban dalam insiden tersebut.

“Ibu saya (Ruihah) mengalami luka bakar paling parah di bagian wajah, tangan, dan kaki. Sementara tiga korban lainnya—Aditya, Renah, dan seorang bibi kami—mengalami luka bakar di bagian tangan dan kaki,” ujar Vivi saat memberikan keterangan kronologis kepada wartawan, Sabtu (6/6/2026).

Sesaat setelah kejadian, seluruh korban langsung dilarikan ke RS Hermina Cilegon untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Bahkan, beberapa di antaranya harus segera naik ke meja operasi.

PT PCM Idul Adha

“Ibu dan tiga anggota keluarga saya langsung dibawa ke Rumah Sakit Hermina. Karena luka bakar yang cukup serius, mereka harus menjalani tindakan operasi,” ungkap Vivi. Hingga saat ini, para korban masih berada dalam proses pemulihan pascaoperasi.

Di tengah perjuangan untuk sembuh, pihak keluarga menyayangkan sikap pemerintah setempat maupun pemerintah daerah yang dinilai kurang sensitif.

Vivi mengaku, hingga kini belum ada satu pun perwakilan pemerintah yang datang menengok atau sekadar menunjukkan simpati.

“Sampai saat ini orang tua saya belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. Dari awal kejadian hingga sekarang, belum ada yang datang menjenguk,” keluhnya.

Selain fokus pada pemulihan fisik korban, keluarga kini dihadapkan pada beban finansial yang besar.

Biaya pengobatan selama kurang lebih tujuh hari perawatan intensif di rumah sakit terus membengkak.

“Kebutuhan biaya berobat sekarang ini tidak sedikit. Sementara kami sedang fokus pada kesembuhan keluarga, sehingga kami sangat membutuhkan bantuan dan perhatian,” tutur Vivi berharap.

Ia pun mengetuk hati pemerintah daerah serta instansi terkait agar sudi mengulurkan tangan guna meringankan beban biaya yang kini menghimpit keluarganya.

“Kami memohon kepada pemerintah untuk membantu meringankan beban biaya pengobatan ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak kelurahan, kecamatan, maupun Pemerintah Kota Cilegon terkait upaya bantuan ataupun penanganan terhadap para korban ledakan tersebut.***

DPRD Banten Hari Pancasila
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien