Jamkrida Banten Ungkap Peyebab Rugi, Beban SDM Naik Rp 2 Miliar
SERANG– Sekretaris Perusahaan (Corsec) PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Banten, Dwiyoga Subarkah ungkap penyebab kerugian di tahun 2024 sebesar Rp957,59 juta adalah karena adanya penyesuaian cadangan klaim penjaminan.
“Memang kita di tahun ini membukukan rugi sebesar Rp 957,59 juta, itu salah satu bagian dari dilakukannya penyesuaian terhadap cadangan klaim,” ujarnya, Rabu (30/4/2025).
Yoga menjelaskan, cadangan klaim penjamin yang dibentuk oleh perseroan meningkat sebesar Rp 15,11 miliar atau 8,25 persen dari tahun 2023 yang dicadangkan Rp 13,96 miliar.
Hal ini menjadi penyebab Jamkrida Banten membukukan rugi.
Untuk besaran cadangan klaim di tahun sebelumnya, tercatat Rp3,8 miliar.
Sehingga laba yang diperoleh Jamkrida Banten harus dialihkan untuk pos anggaran tersebut.
Aturan mengenai ini, terdapat dalam POJK Nomor 2/POJK.05/2017 Tentang Penyelenggaraan Usaha Lembaga Penjaminan.

“Penyesuaian tersebut memang dari rekomendasi yang harus kita lakukan di tahun buku 2024 dan itu dilakukannya secara bertahap, sehingga imbasnya salah satunya, laba menjadi sedikit terkontraksi, tergerus dan di dalam catatan laporan keuangan kita menjadi minus, seperti itu,” sambungnya.
Yoga memaparkan, tujuan dari penyesuaian cadangan klaim, sebenarnya didasarkan atas potensi klaim yang akan masuk di perusahaan.
Berdasarkan laporan keuangan, biaya untuk sumber daya manusia yang besar mencapai Rp 14,25 Miliar di tahun 2024, sementara di tahun sebelumnya hanya Rp 12,225 Miliar. Jumlah ini naik Rp 2,025 miliar.
Menanggapi ini, Yoga mengatakan bahwa cadangan klaim yang menjadi penyebab Jamkrida Banten merugi.
“Kalau saya memberikan keterangan dalam konteks ini memang yang kita lakukan seperti itu. Jadi dari laporan pemeriksaan OJK,” jelasnya.
Dari sisi aset, Yoga mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan sebesar 8 persen di tahun 2024. Berbeda dengan aset, beban klaim menurun.
“Dari sisi pendapatan investasi meningkat. Aset peningkatan persentase 14,99 persen di tahun 2023, asetnya hasil investasi meningkat sekitar 8 persen. Kemudian beban klaim memang menurun yah karena 2023 ada produksi besar,” paparnya.
Lalu untuk besaran dividen di tahun 2023 yang diberikan kepada Pemprov Banten, kata dia, baru akan dirampungkan dalam beberapa bulan ke depan.
“Untuk tahun 2023 dividen itu Alhamdulillah kita sudah realisasi ke pemerintah Rp 2 miliar dari dividen yang kita sampaikan itu sekitar Rp 4,2 miliar. Jadi di bulan Apri kita sudah realisasikan Rp 2 miliar, sisanya di bulan Mei, Juni, masih bertahap,” tutupnya. (*/Ajo)


