Wisata Anyer

KNPI Desak Pengelolaan Dana BOS Lebih Profesional Demi Wujudkan Visi Lebak Ruhay

 

LEBAK– Dalam semangat perubahan yang digaungkan era Presiden Prabowo Subianto, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lebak mendesak Dinas Pendidikan untuk menata pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan lebih profesional, transparan, dan berpihak pada kebutuhan riil pendidikan.

Desakan ini disampaikan dalam forum Dialog Publik yang digelar Kumala pada Sabtu, 3 Mei 2025.

Salah satu pembicara dalam forum tersebut, Ketua KNPI Lebak, Cucu Komarudin menegaskan bahwa dana BOS harus menjadi instrumen utama dalam memperkuat mutu pendidikan, bukan hanya laporan formal semata.

“Ini soal masa depan anak-anak Lebak. Pengelolaan dana BOS harus berdasarkan konstitusi, tepat sasaran, dan benar-benar terasa dampaknya di ruang kelas,” tegasnya, Minggu (4/5/2025).

Ia juga menyinggung Pasal 31 UUD 1945 ayat (1) dan (4), yang menegaskan hak pendidikan bagi seluruh warga dan kewajiban negara mengalokasikan minimal 20 persen anggaran untuk pendidikan.

“Jangan sampai amanat undang-undang hanya jadi formalitas. Ini tanggung jawab moral dan konstitusional,” ujarnya.

Dialog publik tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus kritik konstruktif terhadap jalannya sistem pendidikan daerah, sekaligus bagian dari komitmen KNPI dalam mengawal visi-misi Bupati Lebak 2024-2029, terutama misi untuk mewujudkan “Lebak Ruhay” melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Visi ‘Lebak Ruhay’ bukan hanya jargon. Ini tuntutan agar pendidikan di Lebak mampu mencetak generasi unggul, religius, dan berdaya saing. Dana BOS harus menjadi bahan bakar utama menuju ke sana,” jelasnya.

KNPI juga mendorong Dinas Pendidikan untuk melibatkan pemuda dan masyarakat sipil dalam proses monitoring dan evaluasi penggunaan anggaran.

Tak hanya itu, penguatan literasi anggaran di kalangan tenaga pendidik pun dianggap krusial.

“Guru dan kepala sekolah perlu dibekali pemahaman bukan hanya tentang cara mencatat dana BOS, tapi juga bagaimana mengelola dan mengoptimalkannya untuk perubahan nyata,” tambahnya.

Cucu merekomendasikan sejumlah gerakan strategis seperti audit partisipatif, pelatihan anggaran bagi pengelola BOS, serta pembentukan forum pemuda pengawas pendidikan.

Dengan gerakan pemuda yang terorganisir, Lebak tak hanya punya masa depan tapi sedang menyiapkan masa depan itu sejak hari ini.(*/Sahrul).

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien