Iklan Banner

Kemensos Intervensi Sungai Gus Ipul Desa Talaga melalui Program Rehabilitasi Desa Kumuh

Pandeglang Gerindra HUT

 

SERANG — Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melakukan intervensi di Desa Talaga, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, melalui program rehabilitasi desa kumuh.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan berbasis kolaborasi lintas sektor.

Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos RI, Mira Riyati Kurniasih, menyatakan bahwa intervensi ini bertujuan menjadikan Desa Talaga sebagai desa yang mandiri dan sejahtera.

“Desa Talaga ini kami ingin menjadi desa yang sejahtera, desa yang mandiri, maka kami dorong perlu untuk dilakukan pemberdayaan,” ujar Mira saat meninjau lokasi revitalisasi, bersama perwakilan dari 7 Kementrian, Selasa (20/5/2025).

Ia menjelaskan, program rehabilitasi dilakukan dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah revitalisasi Sungai Gus Ipul.

Langkah awal dilakukan melalui pembersihan sungai secara bergotong royong, serta pembenahan sanitasi lingkungan.

“Selain revitalisasi sungai, kami juga melakukan pembangunan MCK dan penanganan rumah tidak layak huni. Meskipun bukan langsung dari Kemensos, namun kami disokong oleh berbagai pihak seperti SCTV Peduli, Yumen Inisiatif, dan juga pemerintah,” katanya.

Mira menambahkan, ke depan Desa Talaga juga diarahkan menjadi desa wisata berbasis lingkungan dan pemberdayaan ekonomi. Salah satunya melalui pengembangan kawasan Taman Firdaus yang berada di bantaran Sungai Gus Ipul.

Agil HUT Gerindra

“Desa ini menjadi potensi pariwisata, menjadi desa yang terbuka, menjadi wahana bermain, dan kami harap ke depan banyak masyarakat yang berkunjung, sehingga ada peningkatan ekonomi,” ujarnya.

Selain sektor wisata, pemberdayaan juga dilakukan melalui budidaya perikanan dan pertanian sayur-sayuran yang dikelola oleh kelompok masyarakat (pokmas) setempat.

“Kami tetap mengedepankan kolaborasi, karena masih banyak potensi lain yang perlu dikembangkan bersama kementerian dan lembaga lainnya,” jelasnya.

Kepala Desa Talaga, Embay Solihin, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program pemberdayaan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat, termasuk pemilik lahan di sepanjang bantaran sungai.

“Kita komitmen, pemerintah desa, pokmas, warga, dan siapa pun yang memiliki lahan di bantaran sungai untuk membersihkan dan memberdayakannya demi kesejahteraan bersama,” ujar Embay.

Ia menyebutkan bahwa pengelolaan Taman Firdaus dan Sungai Gus Ipul ke depan akan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan didukung oleh Koperasi Merah Putih.

“Momentum ini harus dijaga. Kebersihan lingkungan dan taman akan terus didorong melalui pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Terdapat tujuh kementerian yang terlibat secara langsung, yaitu Kementerian Sosial, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Kementerian Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Ketenagakerjaan dan Perlindungan Pekerja Migran.

Peninjauan ketujuh Mentri di Desa Talaga dirangkaikan dengan sesi dialog antara kementerian dengan warga di Taman Firdaus Sungai Gus Ipul untuk mendengarkan aspirasi, keluhan, dan usulan masyarakat terkait pembangunan desa.

Diketahui, keberadaan Taman Firdaus dan Sungai Gus Ipul merupakan gagasan dari Tokoh Pers Banten, Firdaus, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). Gagasan ini kemudian berkembang menjadi proyek percontohan (pilot project) yang kini menjadi perhatian lintas kementerian.(*/Nandi)

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien