Sindir Oknum Pemeras Investor, Dimyati Sebut Banten Bukan Sarang Preman

 

CILEGON – Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, angkat suara menanggapi kisruh dugaan pemerasan terhadap investor di Kota Cilegon yang menyeret oknum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) hingga menjadi tersangka oleh Polda Banten.

Dimyati menilai, tindakan arogan semacam ini tidak hanya mencoreng nama baik institusi, tapi juga mengancam masa depan iklim investasi di Banten.

Ia meminta semua pihak yang ingin berkontribusi dalam dunia investasi untuk menjaga etika dan mengikuti prosedur, bukan malah membuat keributan yang mempermalukan daerah di mata dunia.

“Jika mereka ingin turut serta, jaga sopan santun. Bisa melalui Wali Kota, kan ada Wali Kota di sini. Komunikasikan dengan beliau, agar keinginan atau harapannya bisa dimusyawarahkan dengan baik,” kata Dimyati, Sabtu (24/5/2025).

PWI Peduli

Ia secara menyayangkan aksi emosional yang menurutnya jauh dari sikap profesional.

Di tengah upaya pemerintah menarik minat investor, tindakan tindakan tersebut hanya akan menciptakan kesan buruk.

“Jangan gebrak-gebrak meja, jangan emosi. Ini kan sampai jadi pemberitaan ke luar negeri. Investor jadi mikir dua kali, disangkanya Banten ini preman, tidak kondusif,” ujarnya.

Dimyati menegaskan bahwa menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi investor bukan sekadar formalitas, melainkan tanggung jawab kolektif.

“Tadi sudah saya sampaikan, kalau ada apa-apa harus jaga investasi. Jaga agar suasananya tetap kondusif,” tutupnya. (*/Nandi)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien