Usai Viral Ditagih Pelunasan Penjualan Sapi, Kades Mander Edo Ngaku Ditipu

SERANG-Kepala Desa Mander, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang Edo Saifudin mengaku telah ditipu dan menjadi korban atas kesepakatan perjanjian jual beli sapi.
Sebelumnya dikabarkan, dunia maya dihebohkan pedagang asal NTB sambil menangis menagih sisa pelunasan terkait pembelian sapi sebanyak 16 ekor senilai Rp 290 juta.
Bahkan, Kades Mander tiga periode itu menjaminkan surat rumahnya sebagai langkah itikad baik dirinya dalam melunasi pembelian sapi di tahun 2024.
Edo mengaku menjadi korban dan mengalami kerugian sebesar Rp 120 juta usai ditipu rekanan bisnisnya dalam transaksi pembelian beberapa sapi tersebut.
Mulanya, Edo menceritakan saat pembelian sapi-sapi dari pedagang.
Kala itu, transaksi pembelian di Cisait, Kragilan dengan membayar secara bertahap.
Pembayaran dimuka, dilakukan secara cash senilai Rp 25 juta, bukan Rp 20 juta seperti apa yang tersebar di medsos.
Pembayaran ini, kata Edo, ternyata hanya bayarkan Rp 20 juta oleh perantara.
Seiring berjalannya waktu, ternyata pembayaran tidak berjalan sesuai kesepakatan dalam surat pernyataan antara penjual sapi dengan dirinya.
Edo mengungkapkan, sisa pembayaran harus lunas pasca lebaran Idul Adha 2024. Namun ada kejadian yang membuatnya tak jadi melunasi sisa pembayaran.

“Tapi ternyata uangnya malah ditransfer ke orang lain, ke si Win, teman bisnis saya. Orangnya kabur,” ujarnya, Kamis (5/6/2025).
Uang tersebut, kata Edo, seharusnya digunakan untuk membayar sisa pembayaran pelunasan sapi. Saat itu, sapi-sapi tersebut langsung dijual ke tengkulak.
“Saya rugi, ketipu Rp120 juta,” kata dia.
Pasca ditipu, Edo tetap harus melunasi tagihan dari pembelian sapi-sapi pedagang asal NTB tersebut.
Singkat cerita, hingga saat ini Edo telah membayar tagihan tersebut total dengan DP Rp 60 juta.
Hal inilah yang membuat pedagang sapi dalam penuturan Edo bernama Fadil sering datang menagih sisa pembayaran. Fadil lantas curhat di medsos mengenai belum dibayarkannya sisa pembelian tersebut.
Edo mengaku telah berkomunikasi terakhir kali dengan pihak penjual sapi, namun tak membuahkan hasil.
Edo bahkan pasrah apabila rumahnya dijual untuk melunasi pembelian sapi tersebut.
“Terakhir ketemu gak ngomong apa-apa, tinggal saya ada duit bayar,” katanya.
“Rumah saya sudah dijaminkan, bahkan surat-suratnya sudah dipegang Fadil (pemilik sapi). Kalau memang mau dijual, ayo kita cocokkan dulu nilainya,” sambungnya.
Saat ditanya mengenai langkah hukum yang akan diambil atas penipuan, Edo belum berpikir ke arah sana.
“Sampai saat ini belum saya laporkan. Saya mau tangani sendiri aja, jadi ibaratnya aib saya gitu,” ujarnya. (*/Ajo)

