Istri Wakil Walikota Nilai Standar Penari Cilegon Sudah Tinggi, Siap Tembus Panggung Dunia
CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menggelar audisi tari kreasi sebagai bagian dari rangkaian Road to Budaya Cilegon Fest serta ajang internasional Folk Art, di aula gedung Kominfo Cilegon, Kamis (10/7/2025).
Acara ajang gengsi itu diikuti oleh 14 peserta yang berasal dari berbagai sekolah serta sanggar seni di wilayah Kota Cilegon.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Nur Kusuma Ngarasati yang biasa disapa Raras, istri Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap performa para peserta.
“Kalau dilihat dari teknik, ekspresi, serta penguasaan unsur wiraga, wirama, dan wirasa, kualitas para penari kita sudah sangat baik. Kalau boleh menilai, saya berani kasih angka delapan sampai sembilan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa yang perlu diperkuat adalah strategi pengemasan dan promosi agar karya-karya seni lokal bisa lebih dikenal luas.
“Tinggal bagaimana kita mengemasnya menjadi satu identitas kuat, tarian khas Cilegon, yang bisa kita gaungkan hingga tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya.

Raras yang juga dikenal sebagai penggiat seni dan budaya terutama tari, optimistis bahwa Kota Cilegon memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan seni budaya bertaraf global, berbekal sumber daya manusia yang antusias dan berkualitas.
“SDM-nya luar biasa. Semangatnya, dedikasinya, juga terlihat dari para koreografer yang begitu aktif mendorong anak-anak untuk terus mengasah keterampilan,” jelasnya.
Ia juga membeberkan bahwa gagasan pelaksanaan audisi ini baru tercetus empat hari sebelumnya, namun berkat sinergi antara elemen pemerintah dan komunitas seni, acara ini dapat terwujud dengan cepat.
“Pemerintah kota sangat responsif. Dari ide ke pelaksanaan hanya butuh waktu singkat. Ini bukti kolaborasi yang baik,” katanya.
Ratas juga menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini dapat memupuk nilai-nilai kebersamaan di kalangan seniman muda.
“Ada tiga hal yang saya titipkan. Pertama, jangan lupakan akar budaya luhur kita. Kedua, saling merangkul antar pelaku seni. Ketiga, jangan lupa tersenyum, karena wajah-wajah optimis adalah bagian dari seni itu sendiri,” ujarnya dengan gaya khasnya yang ekspresif.
Dalam audisi tersebut, Sanggar R Studio berhasil meraih Juara I, disusul oleh SMPN 2 Cilegon sebagai Juara II, dan Duta Seni KS di posisi Juara III.(*/Nandi).

