Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Cilegon Genjot Budaya Membaca Masyarakat Lewat Program IPLM
CILEGON – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon terus mendorong peningkatan budaya literasi masyarakat melalui program Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).
Program ini dirancang sebagai strategi komprehensif untuk membangun ekosistem literasi yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kota Cilegon.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Cilegon, Aay Jamilah, menjelaskan bahwa pentingnya literasi harus ditanamkan sejak dini sebagai fondasi kemajuan masyarakat.
“Kami ingin mengajak masyarakat Kota Cilegon untuk membiasakan diri membaca, karena dari literasi inilah kita bisa meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta menambah wawasan untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Aay, Kamis (17/7/2025).
Ia menambahkan, literasi bukan sekadar membaca, tetapi menjadi jembatan menuju kreativitas dan inovasi.
“Dengan membaca, kita bisa menjadi pribadi yang cerdas, kreatif, dan mampu berinovasi menyongsong masa depan yang gemilang,” katanya.
Aay menyampaikan bahwa program IPLM memiliki tujuh komponen utama yang menjadi indikator pengembangan literasi masyarakat, antara lain:
1. Pemerataan Layanan Perpustakaan
DPK berkomitmen memastikan layanan
perpustakaan tersedia secara merata, mulai dari perpustakaan umum di tingkat kota, kecamatan, sekolah, hingga instansi pemerintahan (OPD).
“Kita ingin agar masyarakat di seluruh kelurahan di Cilegon dapat mengakses layanan literasi. Saat ini ada 43 kelurahan, dan kami ingin menjangkau semuanya,” ungkapnya.

2. Fasilitas perpustakaan akan terus dikembangkan dengan memperkuat unit layanan hingga ke lini bawah.
3. Tingkat Kunjungan Masyarakat ke Perpustakaan, DPK menargetkan peningkatan kunjungan masyarakat ke perpustakaan, termasuk mendorong pemanfaatan fasilitas yang sudah ada.
“Harapannya, tahun ini kita bisa membangun perpustakaan representatif melalui dukungan dana dari pusat,” ujarnya.
4. Perpustakaan yang ada akan dibina dan dikembangkan sesuai standar nasional, baik dari segi koleksi, tenaga perpustakaan, maupun manajemen layanan.
5. Sosialisasi Perpustakaan penyebaran informasi tentang peran dan manfaat perpustakaan dilakukan melalui berbagai saluran seperti rapat masyarakat, media sosial, dan kegiatan edukatif lainnya.
6. Pengembangan Anggota Perpustakaan DPK menargetkan setiap penduduk Cilegon usia lima tahun ke atas dapat menjadi anggota perpustakaan.
“Semakin banyak anggota, semakin besar potensi peningkatan literasi masyarakat,” kata Aay.
Terakhir, peningkatan Minat Baca Sasaran akhir dari pelaksanaan IPLM adalah tumbuhnya budaya membaca yang kuat dan meluas di seluruh lapisan masyarakat.
Dengan implementasi IPLM, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon berharap dapat mewujudkan masyarakat yang literat, tangguh, dan siap menghadapi tantangan zaman.
“Setelah semua komponen IPLM ini berjalan, kami optimis tingkat kegemaran membaca masyarakat Kota Cilegon akan meningkat secara signifikan,” pungkasnya.(*/Nandi).

