Demi Proyek PLTSa, Pemkot Serang Butuh Sampah Dari Kabupaten Serang Hingga Capai Seribu Ton Per Hari

SERANG-Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tengah berencana mempersiapkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPSA Cilowong.
Hanya saja, terdapat arahan dari pemerintah pusat terkait target minimal untuk mengelola sampah sebesar 1.000 ton per hari untuk program waste to energy (WTE).
Walikota Serang, Budi Rustandi, mengungkapkan bahwa sampah yang dihasilkan Ibu Kota Provinsi Banten saat ini baru mencapai sekitar 570 ton per hari.
Guna menutupi kekurangan ini, Budi berencana bakal bekerja sama dengan pihak Pemkab Serang agar minimal untuk pengelolaan sampah proyek PLTSa bisa tercapai.
“Kementerian menyarankan boleh bekerja sama dengan daerah lain supaya bisa memenuhi angka minimal itu. Kalau tidak sampai 1.000 ton, nanti dianggap rugi,” katanya, Rabu (1/10/2025).

Untuk tahap, Budi mengaku pihak PLN juga sudah meninjau langsung lokasi TPSA Cilowong.
“PLN juga sudah hadir kemarin. Jadi ke depan Pemkot dan Pemkab harus bekerja sama, karena kalau tidak, jumlah sampahnya kurang,” terang Budi.
Kendati demikian, ia menyebut realisasi proyek ini masih menunggu proses dari Kementerian terkait. Demikian untuk pengelolaannya, proyek ini bakal dikelola langsung oleh pemerintah pusat.
“Nanti tugas kita sebagai pemerintah daerah hanya ambil sampah buang ke situ (TPSA Cilowong),” jelasnya.
Sebelumnya, adan rencana pengelolaan sampah dengan investor dari China, namun rencana ini sudah dibatalkan.
“Itu sudah tidak boleh, karena ini akan dikelola oleh negara untuk rakyat,” tutupnya. (*/Aj0)

