Menu Makanan Bergizi Gratis Didominasi Olahan Telur dari SPPG Purwakarta, Siswa Mulai Bosan

 

CILEGON – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah sejak Juli 2025 di sejumlah sekolah, mulai menuai keluhan dari sebagian peserta didik.

Berdasarkan pantauan disejumlah sekolah, sejumlah murid mengaku mulai merasa bosan karena menu lauk yang kerap didominasi oleh olahan telur.

Puguhan Endog bae iwake bosen jere,” ungkap M. Salah satu wali murid ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa, (14/10/2025).

Ketika mencoba mendatangi salah satu sekolah penerima MBG, Kepala Sekolah SDN Gedong Dalem 2, Humairoh, S.Pd, mengungkapkan bahwa tidak setiap hari makanan dari SPPG yang diterima muridnya habis dimakan karena berbagai alasan.

“Tidak setiap hari habis. Kadang ada murid yang tidak masuk atau izin keluarga. Tapi kalau menunya menarik, biasanya habis semua,” ujar Humairoh saat ditemui wartawan.

Ia menilai, meski variasi menu sudah cukup beragam, namun dominasi lauk tertentu menjadi salah satu faktor penyebab kebosanan anak-anak.

Selain itu, Humairoh juga menyebut porsi nasi yang terlalu banyak dan jenis sayuran yang kurang sesuai dengan selera anak turut memengaruhi antusiasme siswa.

“Sayuran masih sedikit anak-anak yang suka, karena di MBG adanya tumisan seperti kangkung, tauge, atau sawi putih. Padahal anak-anak lebih suka sayur sop,” jelasnya.

Meski demikian, sesekali menu MBG menghadirkan varian berbeda seperti spageti atau ayam olahan bergaya chicken crispy, namun tidak terlalu sering.

“Itu biasanya cuma selingan saja, karena program ini fokusnya pada gizi seimbang,” tambahnya.

Ketika wartawan mencoba mengkonfirmasi ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola oleh Yayasan Abdul Al-Hamid di Purwakarta, pihak pengelola enggan menjawab pertanyaan wartawan dengan alasan penanggung jawab SPPG tidak berada di lokasi.***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien