Galian C Baru Keruk Tanah, Satu Keluarga di Mancak Kabupaten Serang “Kesurupan”
CILEGON – Aktivitas galian C di Kampung Ciguling, Desa Waringin, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, mulai menuai keluhan warga.
Pasalnya, kegiatan yang diduga kuat ilegal itu bukan hanya memunculkan kebisingan, tetapi juga menyemburkan debu tebal yang menerobos hingga ke permukiman.
Warga bahkan mengklaim, saat kerukan pertama dilakukan, satu keluarga mengalami kesurupan—kondisi tidak sadar yang diyakini dipengaruhi entitas nonfisik.
Pantauan di lapangan, sebuah alat berat jenis beko tampak menongkrong di lokasi. Sebuah ayakan besar juga disiapkan, menandakan aktivitas penambangan sudah mulai serius. Kerukan pada bagian tebing pun terlihat jelas.
Seorang warga setempat menuturkan, lokasi tersebut memang kerap berpindah tangan pengusaha.
“Gonta-ganti pengusaha saja. Itu tanah milik pribadi. Mungkin mau dibangun bangunan, jadi diratakan dulu. Tanah urukan juga mungkin dijual. Aktivitas baru jalan sekitar lima hari ke belakang,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, pekerjaan dilakukan sejak pagi hingga pukul 17.00 WIB, kecuali hari Jumat.
“Dampaknya ya bising dan ngebul. Awal mengeruk itu kan bagian atas dulu, jadi serpihan tanah langsung beterbangan, dan saya satu keluarga kesurupan” keluhnya.

Lebih jauh, warga mengkritik tidak adanya komunikasi dari pihak pengelola.
“Tidak ada pemberitahuan. Istilahnya soan juga enggak. Bahkan sepengetahuan saya, RT pun pasti nggak tahu,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Waringin, Toni, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kegiatan tersebut diduga untuk meratakan lahan sebelum pembangunan.
“Kayaknya itu untuk meratakan tanah, infonya bakal dibangun bangunan,” ujarnya, Minggu (16/11/2025) kemarin.
Ia mengklaim sejauh ini belum menerima laporan resmi dari warga.
“Belum ada warga yang mengeluh atau melapor ke pihak desa,” jelasnya.
Toni juga menyebutkan bahwa alat berat yang sebelumnya terlihat, kini sudah tidak ada.
“Alat berat malam sudah nggak ada. Kayaknya berhenti, Kang,” tuturnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari pihak pengusaha galian C terkait aktivitas tersebut.***


