Chichi Sukardjo Luncurkan Program Tetap Hidup Walau Dengan Luka: Sebuah Ruang Pulih Berbasis Asmaul Husna dan Self-Coaching
JAKARTA – Suasana hangat dan penuh haru mewarnai peluncuran program dan buku terbaru Chichi Sukardjo, penulis lebih dari 25 buku sekaligus Konselor Psikologi berbasis Asmaul Husna.
Acara bertajuk “Tetap Hidup Walau Dengan Luka” ini terasa begitu personal, karena bukan sekadar peluncuran karya, tetapi rasa syukur perjalanan hidup, proses pulih, dan keteguhan hati seorang perempuan yang memilih terus hidup walau penuh luka, di Galeri Rumah Jawa, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (23/11/2025).
Acara dibuka oleh Hanna Djumhana Bastaman, salah satu tokoh penting dalam sejarah Psikologi Islami Indonesia yang menjadi bagian dari perintis lahirnya istilah Psikologi Islami, yang dikukuhkan dalam Konvensi Nasional Psikologi Islami di Surakarta, Jateng, pada 2005 lalu.
Hana menyampaikan apresiasi mendalam atas langkah Chichi menghadirkan pendekatan healing yang lembut, membumi, dan berakar pada Asmaul Husna.
Ia menilai langkah ini tidak hanya baik untuk Gen-z, tapi juga juga baik untuk generasi Milenials, Gen-X bahkan Baby Boomer.
Sementara Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Dr. Syahganda Nainggolan, dalam kesempatan itu memberikan dukungan sekaligus peneguhan bahwa karya Chichi bukan sekadar buku, tetapi gerakan literasi psikologis-spiritual yang sangat dibutuhkan masyarakat hari ini.
“Ini Gerakan literasi psikologis spiritual yang harus didukung siapapun karena sangat dibutuhkan Masyarakat,” tegas Syahganda.
Dalam acara tersebut, Chichi Sukarjo memperkenalkan tiga karya yang menjadi fondasi program self-healingnya, yaitu: 1. Self Coaching GREAT– bagaimana seseorang bisa menjadi sahabat terbaik bagi dirinya sendiri; 2. Bahagia Dengan Stres – perjalanan menemukan makna di balik tekanan hidup dengan menggunakan QS Al Insyirah sebagai solusinya; dan 3. 1st Aid Asmaul Husna – pertolongan pertama psikologis dan spiritual melalui Napas 1 Menit Asmaul Husna.
Menurut Chichi tak seorang pun hidup tanpa pernah berduka. Kita semua punya luka masing-masing. Tapi Allah Azza wa Jalla memberi kita solusi untuk pulih perlahan lewat Asmaul Husna, seperti tercantum dalam QS Al A’raf (7): 180.
“Bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna. Hanya dengan 1 menit napas Asmaul Husna, kita belajar bersandar, berdamai, dan tetap berjala meski pelan,” tutur Chichi dengan suara bergetar, disambut tepuk tangan hangat undangan yang hadir dalam acra tersebut.
Peluncuran buku ini juga dikhususkan untuk program sosial pendidikan yang digagas Chichi, mendukung guru-guru honorer, meremajakan laptop/komputer untuk siswa belajar serta dukungan sarana belajar lainnya di Desa Pulukan, Bali dan Desa Burungayun, Garut, Jabar.
“Keuntungan dari penjualan buku di dedikasikan untuk itu,” tegas Chichi.
Di akhir acara, Chichi mengajak semua peserta untuk terus merawat jiwa meski hidup penuh ujian. “Tidak semua luka bisa hilang. Tapi setiap luka bisa ditenangkan dengan tetap memilih untuk bernapas. Kita belajar untuk tetap hidup, walau dengan luka,” ujar Chichi disambut tepuk tangan pengunjung.
Acara ini menjadi ruang perjumpaan: antara ilmu, pengalaman hidup, luka, dan harapan. Banyak peserta menyampaikan bahwa karya Chichi terasa seperti “pelukan yang menenangkan”, sebuah teman yang hadir tanpa menghakimi. ***
