Iklan Banner

Hadapi Nataru, ASDP Pastikan 32 Kapal Layak Laut

Pandeglang Gerindra HUT

 

CILEGON – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh armada kapal siap beroperasi untuk melayani lonjakan penumpang pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), khususnya di lintasan Merak–Bakauheni.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan seluruh kapal milik ASDP telah dinyatakan layak laut setelah melalui proses pemeriksaan oleh Kementerian Perhubungan.

“Kondisi kapal kami pastikan seluruhnya dalam keadaan layak laut. Kapal-kapal ASDP telah dicek oleh Kementerian Perhubungan dan dipastikan siap beroperasi,” kata Heru usai acara temu media di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Senin (22/12/2025).

Heru menyampaikan, ASDP mengoperasikan sebanyak 32 kapal setiap hari.

Namun, jumlah tersebut masih dapat ditambah apabila terjadi lonjakan penumpang pada periode puncak arus libur.

“Total operasi harian ada 32 kapal. Jika terjadi big season dan membutuhkan penanganan lebih, kami siap menambah jumlah armada,” ujarnya.

Berdasarkan hasil proyeksi, ASDP memperkirakan puncak arus penumpang akan terjadi pada 23 hingga 24 Desember 2025.

Agil HUT Gerindra

“Prediksi puncaknya pada tanggal 23 dan 24 Desember. Besok dan lusa kemungkinan menjadi puncak pergerakan penumpang,” katanya.

Meski demikian, Heru mengingatkan seluruh pihak untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Selat Sunda.

Hal itu sejalan dengan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait adanya anomali cuaca selama periode libur Nataru.

“Kita harus bersiap dan waspada karena prediksi BMKG menyebutkan adanya potensi cuaca ekstrem di Selat Sunda. Ini menjadi perhatian serius, tidak hanya bagi penumpang, tetapi juga seluruh operator kapal dan pengelola pelabuhan,” ujar Heru.

Secara nasional, ASDP mencatat proyeksi kenaikan trafik penumpang selama Nataru mencapai 9,4 persen. Sementara khusus lintasan Merak–Bakauheni, kenaikan diperkirakan berada di kisaran 4 hingga 5 persen.

Heru menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memastikan kelancaran dan keselamatan layanan penyeberangan.

“Kunci utama adalah kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kepolisian, BMKG, KSOP, hingga instansi terkait lainnya,” katanya.

Ia menambahkan, dalam operasional pelayanan kepada masyarakat, ASDP akan terus mempertimbangkan rekomendasi dan kondisi cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG demi menjaga keselamatan pelayaran.

“Dalam melayani masyarakat, keselamatan tetap menjadi prioritas utama, dan setiap keputusan operasional akan mempertimbangkan rekomendasi BMKG,” tutup Heru.***

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien