Melalui LBT PII, Kasat Binmas Polres Cilegon Ajak Pelajar Jauhi Kenakalan Remaja
CILEGON – Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres Kota Cilegon, Iptu Muhyidin, mengajak para pelajar untuk menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja melalui kegiatan Leadership Basic Training (LBT) yang diselenggarakan Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kota Cilegon.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Cilegon, Sabtu (27/12/2025), dan diikuti puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Banten.
Dalam sambutannya, Iptu Muhyidin menekankan pentingnya peran pelajar dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, khususnya dengan menghindari perilaku menyimpang seperti balap liar dan tawuran.
“Pelajar harus mampu menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja yang tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga mengganggu ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan LBT PII yang dinilainya memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, mental, dan jiwa kepemimpinan generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa.
Menurut Muhyidin, pelatihan kepemimpinan tidak sekadar berorientasi pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga sebagai proses pembentukan nilai dan sikap kepemimpinan yang bertanggung jawab.
“Leadership Basic Training bukan hanya pelatihan biasa, melainkan sarana pembinaan karakter dan mental pelajar agar siap menghadapi tantangan di masa depan,” katanya.
Ia menilai tema kegiatan, “Pelajar Aktif, Kreatif, Kolaboratif”, relevan dengan dinamika perkembangan zaman yang menuntut pelajar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan positif, kreatif dalam berpikir dan berkarya, serta mampu berkolaborasi demi memperkuat persatuan.
Sebagai aparat kepolisian di bidang pembinaan masyarakat, Muhyidin menegaskan bahwa pelajar memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Pelajar yang aktif, kreatif, dan kolaboratif akan lebih mampu menjauhi perilaku menyimpang, paham radikalisme, kenakalan remaja, serta penyalahgunaan teknologi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kepemimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan, melainkan tercermin dalam sikap, tanggung jawab, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pemimpin sejati adalah mereka yang mampu memimpin diri sendiri, menghargai perbedaan, serta mengedepankan musyawarah dan kebersamaan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Muhyidin juga menyoroti peran strategis Pelajar Islam Indonesia sebagai organisasi pelajar Islam dalam mencetak kader pemimpin yang berakhlak mulia, cinta tanah air, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pelajar, organisasi kepemudaan, dan aparat negara dalam mewujudkan generasi muda yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
“Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta dan menjadi momentum untuk membangun karakter kepemimpinan yang kuat, berorientasi pada kemaslahatan umat dan bangsa,” tutupnya.***
