Masigit Gelar RAT Pertama Koperasi Merah Putih di Provinsi Banten dan Kedua Nasional

 

CILEGON – Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Masigit, Kecamatan Jombang, mencatat sejarah sebagai KKMP pertama yang menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Kota Cilegon.

RAT tersebut digelar di Aula Kelurahan Masigit pada Sabtu (10/1/2026).

Pelaksanaan RAT ini menjadi penanda penting bagi perjalanan koperasi yang mulai beroperasi sejak 25 Juni 2025.

Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, KKMP Masigit menunjukkan perkembangan signifikan.

Berawal dari modal awal sebesar Rp1.150.000 dengan jumlah anggota 25 orang, koperasi ini mampu menumbuhkan aset hingga Rp16.990.000 dan menghimpun anggota menjadi 60 orang.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop-UMKM) Kota Cilegon, Didin S. Maulana, mengapresiasi capaian tersebut.

Dia menegaskan posisi KKMP Masigit sebagai pelopor koperasi Merah Putih di daerah.

“KKMP Kelurahan Masigit ini merupakan yang pertama yang terbentuk di Kota Cilegon dan yang pertama kali melaksanakan RAT,” ujar Didin, Sabtu (10/1/2026).

Ia menambahkan, pelaksanaan RAT tersebut tidak hanya menjadi yang pertama di tingkat kota, tetapi juga memiliki catatan tersendiri di tingkat provinsi.

“RAT di KKMP ini yang pertama dilaksanakan di Kota Cilegon bahkan saya sudah cek se Provinsi Banten ini yang pertama dilaksanakan,” katanya.

Menurut Didin, pelaksanaan RAT KKMP Masigit juga merupakan yang kedua secara nasional setelah Nusa Tenggara Barat.

“Selain pertama di Banten, secara nasional ada yang pertama tanggal 4 kemarin itu di NTB dan yang kedua ini kita (KKMP Masigit-red),” jelasnya.

Ketua KKMP Masigit, Purnomo, menjelaskan bahwa RAT merupakan agenda wajib tahunan koperasi. Forum tersebut menjadi sarana pertanggungjawaban pengurus kepada anggota terkait pelaksanaan kegiatan usaha selama satu tahun berjalan.

Ia menyampaikan bahwa dalam RAT dilaporkan berbagai capaian, mulai dari perkembangan unit usaha hingga hasil usaha berupa aset dan kondisi keuangan koperasi.

Saat ini, KKMP Masigit mengelola unit usaha penjualan sembako sebagai kegiatan utama koperasi. Usaha tersebut menjadi penopang utama keberlangsungan koperasi sejak awal berdiri.

“Usaha pertama kami justru jual beras, Alhamdulillah dimulai dari modal 1 jutaan kita bisa bertahan hingga sekarang dan mampu memberikan SHU buat anggota,” ujar Setya Purnomo.

Sementara itu, Ketua Panitia RAT KKMP Masigit, Nuristoto Irianto, memaparkan kinerja usaha koperasi berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan selama satu tahun.

“Kita ini secara statistik 10 sampe 15 persen dapat untung 70 – 80 persen, tahun depan kalau kita 100 persen RABBK akan terlampoi, dan kita juga sudah punya outlet KKMP,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan koperasi tidak lepas dari semangat kebersamaan para anggotanya. Prinsip tersebut menjadi fondasi utama dalam menjalankan usaha koperasi.

“Semangat koperasi itu semangat kebersamaan, koperasi kita ini usaha bersama,” pungkasnya.(*/ARAS)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien