Cegah Jamaah Ilegal, Kartu Nusuk Jadi Pilar Utama Penyelenggaraan Haji 2026
JAKARTA – Kartu Nusuk disebut menjadi pilar utama dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026 sebagai upaya mencegah masuknya jamaah ilegal sekaligus menjaga kelancaran mobilitas jamaah selama beribadah di Arab Saudi.
Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah, Hasyim Hilaby, mengatakan Kartu Nusuk merupakan akses utama bagi jamaah haji Indonesia untuk memasuki wilayah Mekah, Madinah, dan Arafah.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
“Kartu Nusuk sangat penting sebagai identitas resmi jamaah haji agar tidak ada pihak ilegal yang dapat mengganggu rotasi perjalanan dan pelaksanaan ibadah jamaah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah Indonesia telah berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi agar Kartu Nusuk dapat diterima dan diaktivasi sejak di Tanah Air.
Langkah itu diharapkan memberikan rasa aman dan ketenangan bagi jamaah sebelum keberangkatan.
Menurut Hasyim, apabila terjadi kendala teknis atau gangguan sistem, pihak penyelenggara telah menyiapkan skema cadangan dan siap memberikan pendampingan langsung di Arab Saudi.
Terkait antisipasi hilangnya Kartu Nusuk, Hasyim menyarankan agar kartu tersebut dikelola secara kolektif oleh regu atau rombongan.
Kartu dapat dibagikan saat jamaah membutuhkan akses masuk ke Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, lalu dikumpulkan kembali setelah ibadah selesai.
“Dengan pengelolaan kolektif, risiko kartu hilang bisa diminimalkan, terutama saat puncak haji di Arafah,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa penggunaan aplikasi Kartu Nusuk tidak bersifat wajib dan hanya berfungsi sebagai cadangan.
Identitas jamaah haji Indonesia dinilai sudah mudah dikenali melalui seragam dan atribut resmi.
Sementara itu, Hasyim memastikan kerja sama dengan dua syarikah penyedia layanan haji di Arab Saudi telah dipersiapkan secara matang.
Persaingan ketat antarpenyedia layanan justru dinilai akan mendorong peningkatan kualitas pelayanan bagi jamaah haji Indonesia.
“Insyaallah mereka akan memberikan pelayanan terbaik, baik di Arab Saudi maupun dalam koordinasi dengan Indonesia,” katanya.***

