Diduga Boyong Keluarga Dan Kerabat Isi Jabatan Strategis, Mahasiswa Desak Kakanwil Kemenag Banten Mundur
SERANG-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Banten Amrullah, dituding melakukan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Sekjen Gabungan Mahasiswa Islam (GAMAIS) Wilayah Banten, Habiel mengatakan, lembaga ini seharusnya menjadi teladan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Namun, kata dia, realitas di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Dugaan praktik KKN, ujar Habiel, terlihat dari adanya jabatan yang diisi oleh pihak keluarga.
“Lembaga yang seharusnya menjadi role model dalam menegakkan nilai moral dan agama justru diduga lebih mengakomodasi kepentingan pribadi pimpinan dan keluarganya,” tulis Habiel dalam keterangan resmi, Sabtu (24/1/2026).
Merujuk pada UU No 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Praktik KKN, Habiel menegaskan bahwa setiap penyelenggara negara diwajibkan menjalankan tugasnya secara profesional tanpa melibatkan keluarga maupun orang-orang terdekat dalam pengangkatan jabatan yang berpotensi konflik kepentingan.
Berdasarkan kajian dan analisis internal, Habiel menilai terdapat indikasi kuat praktik nepotisme yang diduga dilakukan oleh Amrullah.
Pertama, Amrullah menyalahi Mekanisme Aturan Kepegawaian yang ada dalam tubuh Kemenag Provinsi Banten
Kedua pengangkatan dan pelantikan keponakan Amrullah sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang.
Ketiga pengangkatan saudara Amrullah sebagai tenaga honorer di Kemenag Kabupaten Lebak.
Keempat penunjukan M.A sebagai Kepala Bagian Tata Usaha meski yang bersangkutan disebut belum menyelesaikan pertanggungjawaban keuangan koperasi pegawai Kanwil Kemenag Banten.
“Lalu ada dugaan keterlibatan istri Kakanwil Banten dalam pengaturan jabatan birokrasi serta praktik pungutan liar di lingkungan Kanwil Kemenag,” ujarnya.
Selanjutnya adanya dugaan pungutan liar dan pemerasan internal yang melibatkan dua oknum yang disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan Amrullah, serta satu orang lain yang diduga sebagai orang kepercayaannya.
Atas dasar temuan ini, GAMAIS menyatakan sikap keras dan berkomitmen menempuh langkah lanjutan demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas dari kepentingan pribadi di Provinsi Banten.
“Dengan ini kami mengutuk keras praktik-praktik tersebut dan mendesak Kakanwil Kemenag Provinsi Banten untuk segera memberikan klarifikasi kepada publik serta mengundurkan diri dari jabatannya,” tegas Habiel.
Wartawan berusaha mengkonfirmasi tudingan dari mahasiswa kepada Amrullah melalui salah satu pegawai Kemenag Banten dan meminta disambungkan, namun yang bersangkutan belum bisa menjawab lebih detail terkait masalah ini.***
