Wisata Anyer

Banjir Kepung Carenang dan Binuang, PC IMM Serang: Bukti Kegagalan Tata Kelola Pemkab

 

SERANG – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Serang melontarkan kritik tajam terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menyusul banjir yang kembali merendam sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Carenang dan Binuang.

Banjir tahunan ini dinilai bukan sekadar fenomena alam, melainkan akumulasi dari buruknya tata kelola lingkungan dan lemahnya mitigasi bencana yang dilakukan pemerintah daerah.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Serang per 27 Januari 2026, ketinggian muka air di wilayah terdampak mencapai 100 hingga 120 sentimeter.

PC IMM Serang menilai angka tersebut merupakan dampak dari pembiaran struktural yang terjadi selama bertahun-tahun.

Sekretaris Umum PC IMM Serang, Mugni, menegaskan bahwa Pemkab Serang gagal merumuskan solusi jangka panjang.

Menurutnya, respons pemerintah selama ini cenderung sporadis dan hanya bersifat reaktif saat bencana terjadi.

“Banjir di Kabupaten Serang ini hasil dari kegagalan pemerintah dalam mengelola drainase, tata ruang, hingga normalisasi sungai. Jika setiap tahun air terus naik tetapi tanggung jawab selalu ‘tenggelam’, maka yang patut dipertanyakan adalah kapasitas para pengambil kebijakan,” tegas Mugni, Kamis (29/01/2026).

Mugni menambahkan, masyarakat di Carenang dan Binuang tidak membutuhkan simpati belaka, melainkan akuntabilitas nyata atas kerugian sosial dan ekonomi yang terus berulang setiap musim hujan.

Kritik serupa datang dari Bendahara Umum PC IMM Serang, Tubagus Eep Saepulloh Fatah.

Ia menyoroti jargon pembangunan “Serang Bahagia” yang dianggap kontradiktif dengan realitas di lapangan.

“Serang disebut bahagia, tetapi faktanya warga rutin kebanjiran. Di tengah narasi kesejahteraan yang dikampanyekan, aktivitas warga justru lumpuh dan rumah mereka terendam,” ujar Eep.

Eep menilai, selama banjir masih menjadi agenda rutin tahunan tanpa solusi konkret di akar masalah, maka jargon tersebut hanyalah slogan tanpa makna bagi rakyat kecil.

“Selama banjir tetap jadi rutinitas, maka yang ada bukan ‘Serang Bahagia’, melainkan Serang yang dibiarkan tenggelam bersama penderitaan rakyatnya,” pungkasnya.***

Bupati Pandeglang HUT
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien