Bukan Sekadar Memilah, SMP Mardi Yuana Cilegon Siapkan Inovasi Produk dari Limbah Sekolah
CILEGON – Semangat menjaga lingkungan terpancar di lapangan basket SMP Mardi Yuana Kota Cilegon pada Jumat (30/1/2026).
Ratusan kilogram sampah anorganik—mulai dari plastik, kardus, hingga kertas bekas—yang dikumpulkan siswa kelas VII hingga IX selama sebulan penuh, akhirnya resmi ditimbang oleh pihak Bank Sampah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Ekonomi Sirkular di Sekolah (Kolase) Batch II.
SMP Mardi Yuana terpilih menjadi salah satu sekolah percontohan yang berkomitmen menerapkan kebiasaan ramah lingkungan secara konsisten.
Melalui program Kolase, para siswa dilatih untuk memilah sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah masing-masing, hingga ke lingkungan sekolah. Sejak pagi, para siswa tampak antusias memikul karung berisi sampah pilahan untuk dikumpulkan per kelas.
Suasana semakin semarak dengan kehadiran perwakilan orang tua siswa dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon.
Dukungan keluarga dianggap sebagai kunci keberhasilan program ini. Agnes, salah satu orang tua siswa kelas 7B, mengungkapkan bahwa dirinya rutin membantu sang anak mengemas sampah untuk dibawa ke sekolah.
”Program ini sangat bagus untuk membentuk kebiasaan anak. Harapan kami, ini tidak berhenti di sini saja, tapi menjadi karakter yang melekat hingga mereka dewasa,” ujar Agnes.

Kepala SMP Mardi Yuana Cilegon, Aries Sasongko, menegaskan bahwa Kolase bukan sekadar ajang kumpul-jual sampah.
Pihak sekolah memiliki visi besar untuk mengembangkan pengelolaan sampah terpadu yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi.
”Ke depan, kami berencana memproduksi barang baru dari limbah, seperti sabun pencuci piring dari minyak jelantah, dan kami ingin menampilkannya di pameran,” ungkap Aries.
Ia menambahkan, di wilayah urban seperti Cilegon, tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan sendiri adalah kunci utama mengatasi persoalan lingkungan.
Koordinator Program Kolase dari DLH Kota Cilegon, Muhammad Ramadhan Putra, menekankan bahwa pengelolaan sampah yang benar dapat menghasilkan uang sekaligus memulihkan lingkungan.
”Harapannya, program ini membentuk karakter adik-adik agar mencintai lingkungan dan nantinya dapat direplikasi oleh sekolah-sekolah lain di Cilegon,” kata Rama.
Senada dengan hal tersebut, Ketua OSIS SMP Mardi Yuana, Josephine Fania Alim, mengajak rekan-rekannya untuk tetap konsisten.
“Kita harus lebih semangat lagi menjaga lingkungan kita!” serunya.
Aksi ini membuktikan bahwa dengan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah, sampah tidak lagi menjadi masalah, melainkan sumber daya yang bermanfaat. (*/ARAS)


