Sosok Azwar Anas, Aktivis Cilegon di Balik Kursi DPRD Kabupaten Serang

SERANG – Nama Azwar Anas, aktivis asal Kota Cilegon, menjadi sorotan publik setelah berhasil menembus ketatnya persaingan Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 dan mengamankan satu kursi DPRD Kabupaten Serang dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2, yang dikenal luas sebagai “dapil neraka”.
Dapil 2 Kabupaten Serang meliputi Kecamatan Kragilan, Cikande, Kibin, Kopo, dan Jawilan. Wilayah ini dikenal sebagai kawasan industri strategis dengan basis pemilih besar serta persaingan politik yang sangat ketat, sehingga kerap disebut sebagai dapil paling “panas” di Kabupaten Serang.
Azwar Anas merupakan alumni Jurusan Teknik Metalurgi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Latar belakangnya sebagai aktivis mahasiswa di Cilegon menjadi modal utama dalam perjalanan politiknya hingga akhirnya bergabung dengan Partai Demokrat dan maju pada Pileg 2024.
Berkat pengalaman panjang di dunia aktivisme dan konsistensinya turun langsung ke masyarakat, politisi Demokrat tersebut berhasil meraih kepercayaan pemilih dan lolos ke parlemen daerah.
Kini, Azwar Anas dipercaya duduk di Komisi IV DPRD Kabupaten Serang. Tak hanya itu, ia juga mengemban posisi strategis sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Serang sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Serang.
Pria yang akrab disapa Bung Anas ini mengungkapkan bahwa sebelum terjun ke politik praktis, dirinya lama berkecimpung di dunia aktivis. Ia bahkan pernah menjadi tenaga ahli di Komisi VII DPR RI.
“Saya dulu aktivis di Kota Cilegon. Di kalangan aktivis, banyak yang sudah mengenal saya. Saya juga pernah menjadi tenaga ahli di DPR RI Komisi VII,” ujar Anas, Selasa (3/2/2026).

Keputusan maju sebagai calon legislatif di Kabupaten Serang, menurut Anas, bukan langkah instan. Pengalaman sebagai aktivis, keterlibatan langsung di masyarakat, serta kepercayaan pimpinan partai menjadi faktor utama.
Di internal partai, Anas tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Provinsi Banten selama dua periode. Dari posisi itulah, ia kemudian diminta langsung oleh Ketua DPD Partai Demokrat Banten, Iti Octavia Jayabaya, dan Sekretaris DPD Demokrat Banten, Eko Susilo, untuk maju sebagai calon anggota DPRD.
“Saya diperintahkan langsung oleh Bu Iti dan Pak Eko. Mereka bilang, percuma aktif di partai kalau tidak siap jadi dewan. Akhirnya saya diminta maju di Dapil 2 yang dikenal sebagai dapil neraka. Saya harus siap,” ungkapnya.
Setelah hampir satu setengah tahun menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Serang, Anas menilai masih banyak persoalan krusial yang dirasakan masyarakat, khususnya di wilayah Dapil 2. Dua isu utama yang paling menonjol adalah pengangguran dan lingkungan hidup.
“Pengangguran dan persoalan lingkungan itu yang paling terasa. Selama saya menjabat, dua hal itu yang paling krusial,” jelasnya.
Ia menyoroti kawasan industri seperti Cikande Modern yang memiliki ratusan perusahaan, namun belum optimal menyerap tenaga kerja lokal. Kondisi tersebut dinilai menjadi ironi di tengah besarnya aktivitas industri.
“Industrinya banyak, tapi warga sekitar yang bekerja masih sedikit. Pengangguran masih tinggi. Selain itu, persoalan limbah juga sering terjadi karena belum semua industri memiliki IPAL terpadu,” katanya.
Sebagai wakil rakyat, Azwar Anas menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya agar pemerintah daerah dan pihak industri lebih berpihak pada kepentingan warga lokal, baik dalam penyerapan tenaga kerja maupun perlindungan lingkungan hidup.***

