Ikuti Rakor Program dan Kolaborasi Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, LAZISKU Berkomitmen pada Program Kampung Zakat

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Rakor Program dan Kolaborasi Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tahun Anggaran 2026 di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta, 11-12 Februari 2026.
Rakor Program dan Kolaborasi Pemberdayaan Zakat dan Wakaf mengangkat tema “Sinergi Indonesia Berdaya: Menampakkan Zakat-zakat Wakaf Untuk Kesejahteraan Umat dan Kemakmuran Umat”.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Prof Dr H Waryono Abdul Ghofur, SAg, MAg, memberikan sambutannya pada Rakor Program dan Kolaborasi Pemberdayaan Zakat dan Wakaf. Dikatakannya tidak semua hal bisa dilakukan oleh negara.
“Di sinilah betapa pentingnya kita kerja sama. Kita konsern dengan dana DSKL (Dana Sosial Keagamaan Lainnya- red) untuk masyarakat tidak mampu yang ada di mana-mana, baik di kota ataupun di desa,” ujar Waryono Abdul Ghofur.
Lebih lanjut Waryono Abdul Ghofur menyebut tidak semua masyarakat bisa mengetahui dan mendapatkan akses terkait program pemerintah dan belum terlayani dengan baik.
“Zakat dan wakaf bisa menyasar masyarakat manapun, yang penting dia masuk dalam kategori 8 asnaf. Agama sudah menyiapkan instrumen untuk melayani masyarakat yang kurang beruntung secara ekonomi,” lanjut Waryono Abdul Ghofur.
Kegiatan ini diharapkan Waryono bisa membangun komitmen bersama untuk hadir di lokasi yang sudah ditentukan oleh Kemenag RI, yakni: Jakarta, DIY, NTT, NTB, Sumut dan daerah perbatasan.
“Tidak perlu kita mengedepankan egoisme sektoral yang menyebabkan kita saling tunjuk. Bahwa orang miskin itu menjadi visi profetik kita. Kita ada di berbagai instansi tapi kita bergerak bersama,” lanjut Waryono.
Program Indonesia Berdaya akan diluncurkan Kamis (12/2) sore yang diharapkan Waryono bisa menjadi Indonesia Berdaya.
“Ini harus dijadikan momentum untuk Indonesia Berdaya melalui pintu orang miskin,” katanya.

Meski Program Indonesia Berdaya merupakan inisiasi Kemenag RI, Waryono berharap masing-masing lembaga zakat dan wakaf tidak terjebak di situ.
“Jadi silakan untuk menjalankan program yang sudah ada untuk orang miskin melalui optimalisasi dana zakat dan wakaf,” sambungnya.
Waryono berharap kegiatan dalam Program Indonesia Berdaya bisa menjadi jembatan bagi orang miskin.
“Target saat ini 1.000 Kampung Zakat. Ini masih kecil dibanding jumlah desa 85.000 se Indonesia. Nanti ditargetkan setiap tahun bertambah. Ini bisa dipercepat, tidak menunggu 85 tahun, dengan catatan kita mau kolaborasi,” tegas Waryono.
Tujuan kolaborasi dalam Program Indonesia Berdaya adalah memberikan secercah senyum untuk para mustahik.
“Tahun ini ditambah fungsi ekologi. Dengan adanya kejadian alam di beberapa tempat, akan menambah angka kemiskinan. Maka pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan 8%, melalui Program Indonesia Berdaya diharapkan akan turut mendorong target pertumbuhan ekonomi ini,” tandasnya.
Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Kemandirian Umat (LAZISKU) dalam rakor tersebut diwakili Direktur Keuangan LAZISKU Nasionsl, Hilda Mataris.
“Insyaallah LAZISKU KBPII berkomitmen menjadi kolaborator dalam program Kampung Zakat Tahun 2026, terutama pada daerah-daerah yang sudah ada Perwakilan LAZISKU,” kata Direktur Keuangan LAZISKU Nasional, Hilda Mataris, di sela mengikuti kegiatan rakor.
“Saat ini yang sudah direncanakan adalah di Desa Kerlang, Kecamatan Syah Utama, Kabupaten Bener Meriah. Insyaallah akan dilanjutkan ke desa-desa lainnya,” lanjutnya.
LAZISKU KBPII menurut Hilda Mataris akan berkhidmat untuk umat dengan mendukung program pemerintah melalui Kemenag RI dalam mengentaskan kemiskinan dengan mengoptimalkan penggalangan dana umat terutama zakat.
“Acara ini sungguh menginspirasi bagi para LAZ Nasional bagaimana bisa bermanfaat dan berdampak untuk umat, khususnya yang kurang beruntung secara ekonomi,” kata Hilda memberikan testimoninya.
“Semoga Allah SWT meridai dan memberikan kemudahan dalam membantu saudara kita yang kurang beruntung lewat kolaborasi program pemberdayaan zakat dan wakaf yang diinisiasi oleh Kemenag RI,” pungkasnya.***

