PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf
SERANG – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar, KH Embay Mulya Sarif, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, dalam mempercepat program sertifikasi tanah wakaf.
Hal ini disampaikan menyusul penyerahan 13 sertipikat tanah wakaf dan aset organisasi keagamaan di Provinsi Banten baru-baru ini.
Dalam keterangannya, KH Embay Mulya Sarif menilai langkah yang diambil Menteri Nusron Wahid merupakan terobosan nyata dalam menghadirkan kepastian hukum bagi aset-aset umat.
Menurutnya, kepastian legalitas ini sangat krusial untuk melindungi tanah wakaf dari potensi sengketa di masa depan serta memastikan kemaslahatan umat tetap terjaga.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen Bapak Menteri Nusron Wahid. Program sertifikasi tanah wakaf ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan langkah nyata untuk menjaga amanah umat dan memberikan perlindungan hukum yang kuat bagi aset-aset keagamaan, termasuk milik Mathla’ul Anwar,” ujar KH Embay Mulya Sarif.
Sejalan dengan ajakan Menteri ATR/BPN untuk melakukan kerja “keroyok” atau kolaborasi massal dalam percepatan sertifikasi, PB Mathla’ul Anwar menyatakan kesiapannya untuk bersinergi penuh.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas rencana strategis mengenai kerja sama antara PB Mathla’ul Anwar dengan Kementerian ATR/BPN. Fokus utama kerja sama ini adalah percepatan pendataan, pengadministrasian, serta sertifikasi aset-aset wakaf milik Mathla’ul Anwar yang tersebar di berbagai wilayah.
“Kami telah mendiskusikan rencana kerja sama teknis dengan kementerian. Insya Allah, langkah-langkah pendataan dan sertifikasi aset wakaf Mathla’ul Anwar ini akan segera ditindaklanjuti secara masif setelah bulan Ramadan nanti,” tambah KH Embay.
Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi model bagi organisasi keagamaan lainnya untuk proaktif mengamankan aset wakaf mereka.
Dengan dukungan penuh dari Kementerian ATR/BPN, PB Mathla’ul Anwar optimistis seluruh aset organisasi dapat tersertifikasi dengan cepat, transparan, dan tanpa hambatan demi kepentingan pendidikan serta dakwah Islam di Indonesia.***


