Meski Lebaran Masih Jauh, Warga Lebak Serbu Penukaran Uang di Depan Masjid Agung Al Araf Rangkasbitung

LEBAK – Suasana di depan Masjid Agung Al Araf Rangkasbitung, Senin (23/2/2026), tampak berbeda dari hari biasanya. Sejak pagi, warga terlihat mengantre untuk menukarkan uang pecahan baru, meski Hari Raya Idul Fitri masih beberapa waktu lagi.
Antrean didominasi ibu rumah tangga hingga pekerja swasta yang ingin menyiapkan uang baru lebih awal untuk kebutuhan Lebaran nanti, seperti bagi-bagi THR kepada anak-anak dan keluarga.
Afifah, salah seorang warga yang ikut mengantre, mengaku sengaja datang lebih cepat agar tidak kehabisan pecahan kecil.
“Memang Lebaran masih lama, tapi biasanya makin dekat hari raya makin susah dapat uang baru. Jadi sekarang sekalian saja,” ujarnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan warga rela berdiri cukup lama demi mendapatkan pecahan yang diinginkan.
Penukaran dilakukan secara langsung di area sekitar masjid yang memang kerap menjadi titik aktivitas masyarakat.

Fenomena ini menjadi gambaran bahwa tradisi berbagi uang baru saat Lebaran masih sangat kuat di tengah masyarakat Lebak.
Banyak warga memilih menyiapkan jauh-jauh hari untuk menghindari antrean panjang menjelang puncak Ramadan.
“Kalau mendekati Lebaran biasanya antreannya lebih ramai lagi. Sekarang masih lumayan tertib,” tambah Afifah.
Penukaran uang menjelang Idul Fitri bukan sekadar kebutuhan ekonomi, tetapi juga bagian dari tradisi tahunan.
Uang pecahan baru identik dengan momen berbagi kepada anak-anak dan kerabat saat silaturahmi.
Selain faktor tradisi, sebagian warga juga mengaku khawatir stok pecahan kecil akan terbatas ketika mendekati hari raya.
Aktivitas penukaran uang ini pun menjadi penanda bahwa persiapan Lebaran 2026 perlahan mulai terasa, meski bulan suci Ramadan belum tiba.
Warga berharap ke depan layanan penukaran uang dapat semakin tertata sehingga masyarakat bisa memperoleh pecahan baru dengan aman, nyaman, dan sesuai ketentuan yang berlaku. (*/Sahrul).

