Harga Cabai di Lebak Stabil Jelang Lebaran 2026, Disperindag Klaim Pasokan Melimpah
LEBAK- Kabar baik datang dari pasar tradisional di Kabupaten Lebak. Setelah sempat merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir, harga cabai kini mulai menunjukkan tren penurunan.
Kondisi ini terjadi menjelang momen Ramadan dan Idulfitri 2026, saat kebutuhan bahan pokok biasanya meningkat.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak menyebut turunnya harga dipicu oleh kelancaran distribusi serta membaiknya kondisi cuaca.
Curah hujan yang sebelumnya cukup tinggi kini mulai berkurang, sehingga produksi di tingkat petani kembali stabil.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Lebak, Yani, mengatakan hasil pemantauan di sejumlah pasar menunjukkan adanya penyesuaian harga pada beberapa jenis cabai.
“Pasokan relatif lancar dan produksi petani cukup baik. Itu yang membuat harga perlahan turun. Kami optimistis hingga mendekati Lebaran kondisinya tetap terkendali,” ujarnya di Rangkasbitung, Rabu (4/3/2026).
Berdasarkan data pemantauan, harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp100.500 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp104.500 per kilogram. Cabai rawit hijau juga mengalami penurunan menjadi Rp57.000 per kilogram dari Rp63.000 per kilogram.
Sementara itu, cabai merah keriting kini dijual sekitar Rp54.000 per kilogram dari sebelumnya Rp60.300 per kilogram. Adapun cabai merah besar turun menjadi Rp53.000 per kilogram, dari harga sebelumnya Rp59.000 per kilogram.
Penurunan ini disambut positif oleh sejumlah pedagang dan pembeli. Meski belum kembali ke harga normal awal tahun, tren turun memberi harapan beban belanja rumah tangga bisa sedikit lebih ringan.
Disperindag Lebak memastikan pemantauan harga akan terus dilakukan, terutama menjelang puncak permintaan menjelang hari raya.
Pemerintah daerah berharap distribusi tetap lancar dan tidak ada gangguan cuaca ekstrem yang dapat memicu lonjakan harga kembali.
Dengan kondisi pasokan yang dinilai aman, masyarakat diimbau tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar stabilitas harga tetap terjaga. (*/Sahrul).
