Gelombang Tinggi Ganggu Penyeberangan, Akses Menuju Pelabuhan Merak Lumpuh
CILEGON – Arus lalu lintas menuju Pelabuhan Merak mengalami kemacetan total sejak Rabu (4/3/2026) pagi hingga siang.
Kondisi ini dipicu gelombang tinggi di perairan Selat Sunda yang mengganggu operasional penyeberangan kapal menuju Sumatra.
Pantauan di lapangan, truk-truk logistik dan kendaraan pribadi yang hendak masuk ke area pelabuhan nyaris tidak bergerak.
Penumpukan kendaraan juga terjadi di kawasan Cikuasa Atas akibat pembatasan arus oleh aparat kepolisian. Sementara itu, arus lalu lintas dari arah pusat Kota Cilegon terpantau relatif lancar.
Selain antrean panjang kendaraan, gelombang laut di perairan Selat Sunda masih terlihat cukup tinggi sehingga kapal belum dapat beroperasi secara normal.
Kondisi tersebut menyebabkan jadwal keberangkatan tertunda dan kendaraan tertahan di sejumlah titik akses menuju pelabuhan.
Sejumlah sopir truk logistik mengaku telah menunggu berjam-jam tanpa kepastian jadwal keberangkatan.
Salah satunya, Hamdi, mengatakan dirinya sudah masuk antrean sejak pukul 06.00 WIB.
“Saya masuk antrean dari jam enam pagi, sampai sekarang masih di kantong parkir,” ujar Hamdi.
Ia menjelaskan, keterlambatan terjadi akibat gelombang laut yang tinggi sehingga penyeberangan ke Sumatera tersendat.
“Gelombang laut lagi tinggi, jadi mau ke Sumatra agak terlambat. Rencananya saya mau pulang ke Medan bawa muatan Honda,” katanya.
Meski mengeluhkan keterlambatan, Hamdi menyebut pihak perusahaan telah memberikan informasi terkait cuaca buruk sebelum dirinya berangkat menuju Merak.
“Dari pengurus sudah diinformasikan sebelum ke Merak kalau gelombang laut lagi tinggi,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan sopir truk lainnya yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku telah menunggu sejak pukul 02.00 WIB akibat pembatasan kendaraan oleh petugas di Cikuasa Atas.
“Saya nunggu dari jam dua sampai sekarang. Di depan ada pembatasan, jadi sama polisi belum boleh lewat,” ujarnya.
Hingga siang hari, kemacetan menuju Pelabuhan Merak masih berlangsung. Belum ada informasi resmi terkait normalisasi operasional penyeberangan kapal.***
