Wisata Anyer

Manajemen Greenotel Cilegon Benarkan Adanya Dugaan Pelecehan yang Dialami Siswi SMK yang Magang

CILEGON – Manajemen Greenotel Cilegon membenarkan adanya dugaan pelecehan terhadap siswi praktik kerja lapangan (PKL) yang terjadi di lingkungan kerja mereka.

Pihak hotel menyatakan kasus tersebut melibatkan seorang karyawan yang kini telah diberhentikan.

Dalam keterangan resminya Rabu (8/4/2026) Manager HRD Greenotel Cilegon, Iqhbal Hari Setiawan, menjelaskan bahwa dugaan pelecehan tersebut memang terjadi dan melibatkan eks karyawan mereka.

“Untuk dugaan pelecehan seksual ini memang dibenarkan ada ya Pak ya, dari eks karyawan kami,” katanya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa tindakan yang terjadi tidak bersifat fisik, melainkan sebatas dugaan secara verbal.

“Tapi secara verbal ya, tidak ada fisik. He-eh, saya tekankan ya tidak ada fisik, hanya dugaan secara verbal aja. Dan itu pun memang ada pemicu di utamanya,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, interaksi antara korban dan terduga pelaku berawal dari candaan yang kemudian berkembang menjadi tidak pantas.

“Ya si korban bercanda awalnya dengan senior kami gitu, senior staf kami di sini. Nah gitu,” ujarnya.

Dalam percakapan tersebut, terduga pelaku sempat melontarkan pernyataan yang dinilai tidak pantas.

“Nih kalau misalkan lu mau pakai sama cowok lu, hati-hati ya Dek,” ungkapnya.

Iqhbal menyebut, candaan tersebut berlanjut hingga terduga pelaku memberikan alat kontrasepsi kepada korban.

“Mungkin candaan-candaan biasa lah. Akhirnya si F itu menyodorkan alat kontrasepsi itu ke si korban,” katanya.

Sebagai tindak lanjut atas kejadian tersebut, pihak manajemen telah menjatuhkan sanksi tegas kepada yang bersangkutan.

“Kita berikan punishment (sanksi-red), yaitu berupa pemutusan hubungan kerja untuk saat ini. Dan itu disebutnya ‘eks’ ya,” tegasnya.

Selain itu, terduga pelaku juga telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada pihak keluarga korban.

“Eks. Kemudian dari pihak terduga juga sudah meminta maaf secara langsung ke keluarganya korban. Dua-duanya. Dan kita sudah ada buktinya juga sih, chatting-an,” jelasnya.

Proses permintaan maaf tersebut dilakukan setelah adanya komunikasi antara terduga pelaku dan korban.

“Dia (terduga-red) izin dulu ke korbannya bahwasanya dia mau meminta maaf dengan ibunya secara langsung, dan dikiriminlah alamat dan diizinkan di situ,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa komunikasi juga telah terjalin dengan orang tua korban dan menghasilkan respons tertentu dari pihak keluarga.

“Dan akhirnya mereka mungkin komunikasi dengan orang tuanya ya, dan di situ infonya dimaafkan, tapi tergantung tantenya,” katanya.

“Yah benar dalam mediasi juga pelaku mengakui dugaan tindakan itu,” sambunya.

Pihak hotel juga telah melakukan pertemuan dengan keluarga korban untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

“Akhirnya kita juga ketemu dengan tantenya di tanggal 31 Maret di hari Selasa, itu pun disaksikan oleh gurunya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Seorang siswi di Cilegon berinisial S (16) diduga mengalami dugaan tindakan pelecehan saat menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di sebuah hotel di Kota Cilegon.

Korban mengaku mengalami perlakuan yang membuatnya tidak nyaman dari dua oknum pegawai.

“Saya mulai mengalami perlakuan tidak pantas setelah dua bulan PKL. Salah satu pegawai sering mengomentari fisik saya di depan teman-teman,” ujar korban, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, ucapan tersebut membuat dirinya merasa tidak nyaman dan menjadi bahan pembicaraan di lingkungan kerja.

Selain itu, korban juga mengaku pernah mengalami kontak fisik yang tidak diinginkan.

“Saat ada kesempatan, dia pernah memegang tangan saya. Saya merasa takut dan risih,” katanya.

Korban mengaku sempat melaporkan kejadian tersebut kepada atasan di tempat PKL. Namun, ia menilai tidak ada perubahan sikap dari terduga pelaku.

Tidak hanya itu, korban juga menyebut adanya perlakuan lain dari oknum pegawai berbeda yang dinilai tidak pantas. Peristiwa tersebut terjadi saat korban sedang bekerja membersihkan meja.

“Saya sempat disodori kondom di depan teman-teman. Saya berusaha menghindar, tapi tetap diikuti,” ujarnya.

Saat ini, kondisi korban disebut mengalami trauma dan kerap menangis. Pihak keluarga juga telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus ini ke Polres Cilegon. (*/Nandi)

Bupati Pandeglang HUT
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien