Mengembalikan Kesakralan Upacara Adat Seba, Begini Kata Pemerhati Baduy

SERANG – Pemerhati Masyarakat Adat Baduy, Uday Suhada menyebut, tak akan lama lagi masyarakat Baduy akan segera memiliki agenda akhir tahun, perhitungan waktu Adat Baduy yakni melalui Kolenjer. Agenda rutin itu adalah upacara adat Seba. Ritual ini harus dilaksanakan apapun kondisinya.

“Tahun lalu saat pandemi Covid-19 mulai merebak misalnya, mereka tetap melaksanakannya dalam keterbatasan, pesertanya hanya selusin, menggunakan masker dan menjalankan protokol kesehatan, diterimanya juga bukan oleh Kepala Daerah, (tak apa). Demikian pula dengan agenda tahun ini, mereka akan tetap melaksanakannya,” ujar Uday saat menyampaikan materi pada acara Seminar Sejarah Banten yang digelar UPTD Taman Budaya dan Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (10/3/2021).

Ks nu

Menurutnya, hingga kini ada dua pandangan yang berbeda dalam memaknai Seba. Pertama, pandangan dari luar yang menganggap upacara itu adalah sebagai bentuk ketundukan terhadap penguasa. Kedua, versi orang Kanekes sendiri Seba adalah rangkaian ritual dari tugas hidup mereka.

“Seba adalah ritual untuk menjaga ikatan silaturahmi antara masyarakat Adat Kanekes dengan Pemerintah,” sambung Uday.

Cibeber nu