Sigap dan Penuh Kepedulian, Petugas Seksus Bir Ali Layani Dorong Kursi Roda Bahkan Gendong Jemaah Hingga Naik Bus
MADINAH — Petugas haji terus mengoptimalkan pelayanan bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas (Landis), terutama dalam proses mobilitas dari area ibadah menuju sarana transportasi.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan manusiawi selama menjalankan rangkaian ibadah.
Di sejumlah titik layanan seperti Bir Ali dan Terminal Hijrah, petugas tampak sigap membantu jemaah Landis untuk menggunakan kursi roda hingga ke bus.
Bantuan ini menjadi bagian dari skema pelayanan khusus yang telah dipersiapkan oleh tim terkait sejak awal kedatangan jemaah.
Salah satu sosok petugas yang nampak menonjol perannya dalam membantu jemaah lansia dan disabilitas, adalah Farid Supriadi.
Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai guru SMK Muhammadiyah di Banten ini, seakan tidak kenal lelah dalam melayani para jemaah yang jumlahnya terus meningkat setiap harinya.
Farid Supriadi, adalah salah satu dari perwakilan petugas Penyelenggara ibadah haji (PPIH) dengan tugas dan fungsi melayani jemaah Landis, yang menempati Sektor Khusus Bir Ali dan Terminal Hijrah.
Farid menjelaskan bahwa koordinasi lintas tim menjadi kunci pelayanan optimal.
“Kami sangat terbantu dengan teman-teman Linjam yang men-support bagaimana kemudian memberi memastikan para Landis bisa mendapatkan layanan terbaik,” ujar Farid kepada Media Center Haji, Selasa (5/5/2026).
Farid menuturkan bahwa perhatian khusus diberikan kepada jemaah lansia yang kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk turun dari bus di titik tertentu, demi menghindari kelelahan berlebih.
“Khususnya kepada pembimbing ibadah (Bimbad), agar nanti lansia yang sudah sampai ke Bir Ali sebisa mungkin kalau kondisinya tidak memungkinkan jangan sampai turun gitu,” ungkapnya.
Namun demikian, jika jemaah lansia dan disabilitas tetap ingin turun untuk melaksanakan ibadah, petugas telah menyiapkan mekanisme pendampingan yang aman dan terukur.
“Kalaupun nanti kemudian Landis tetap ingin turun, kita akan coba memastikan dari parkiran sampai ke masjid kita akan menggunakan kursi roda atau golf car,” ujar pria asal Pontang, Kabupaten Serang ini.

Farid menambahkan bahwa tim petugas lansia dan disabilitas bersama Linjam telah melakukan pemetaan kebutuhan layanan secara menyeluruh, termasuk identifikasi kendala di lapangan.
“Investigasi terkait bagaimana kemudian memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah khususnya kepada Landis,” ujarnya.
Selain itu, komunikasi intensif juga telah dilakukan dengan seluruh Petugas Pelayanan guna memastikan kondisi jemaah tetap terpantau dengan baik selama proses ibadah berlangsung.
“Sebisa mungkin kami dapat data, tentang berapa jumlahnya dan masalah kesehatannya apa Landis yang akan datang ke Bir Ali ini. Artinya kita ingin memastikan bahwa Landis dalam kondisi terbaik,” jelas Farid lagi.
Dengan sinergi antarpetugas dan perencanaan yang matang, diharapkan pelayanan terhadap jemaah lansia dan disabilitas dapat terus ditingkatkan, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan khusyuk. (*/Red/MCH-2026)


