Wisata Anyer

Kisah Ibu di Cilegon: Andalkan Telur Dadar Campur Air, Kini Bersyukur Program MBG Berjalan Lagi

Posco Idul Adha

CILEGON — Senyum lebar terpancar dari wajah Siti Aminah (9) dan adiknya, Muhamad Ajidan (7). Kakak beradik yang duduk di bangku kelas 1 SD Negeri Kelelet ini tampak bahagia setelah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali mendistribusikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah mereka.

Siti Aminah dan Muhamad Ajidan merupakan anak kelima dan keenam dari pasangan Muhajir (52) dan Maysanti (48), warga Kampung Kelelet, Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Banten.

“Senang banget Om, Makanan Bergizi Gratis (MBG) sudah ada lagi. Saya bisa menikmati ayam goreng lagi,” ucap Aminah polos saat ditemui pada Kamis (4/6/2026).

Kebahagiaan senada juga dirasakan oleh sang ibu, Maysanti. Ia mengaku sangat lega setelah SPPG kembali beroperasi dan mengirimkan paket makanan sehat ke sekolah anak-anaknya.

“Alhamdulillah, Makanan Bergizi Gratis sudah didistribusikan lagi ke sekolah anak saya. Anak-anak sekarang bisa menikmati makanan yang bergizi. Terima kasih pemerintah,” ungkap Maysanti sumringah.

PT PCM Idul Adha

Sebelumnya, Maysanti sempat mengeluhkan mandeknya program MBG selama satu bulan terakhir. Penghentian sementara itu sempat membuat dirinya kebingungan dalam memenuhi kecukupan gizi anak-anaknya di rumah.

Keluarga Muhajir dan Maysanti tergolong sebagai warga yang kurang beruntung secara ekonomi. Pendapatan Muhajir yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir (jukir) sering kali tidak menentu dan sulit untuk memenuhi kebutuhan dapur. Santi mengaku, suaminya terkadang hanya membawa pulang uang Rp20 ribu per hari.

Untuk menyiasati uang Rp20 ribu tersebut agar cukup bagi seluruh anggota keluarga, Maysanti biasanya membelikan beras setengah kilogram dan dua butir telur.

“Telur dua butir itu didadar, lalu ditambah air biar mengembang supaya bisa dimakan bacakan (makan bersama-sama). Pokoknya menu pagi dan sore ya telur dadar itu,” tuturnya.

Beban Maysanti saat ini kian bertambah lantaran dirinya baru 18 hari melahirkan anak kedelapan. Di masa pasca-persalinan ini, ia sebenarnya sangat membutuhkan asupan gizi yang optimal guna mempercepat pemulihan tubuh, mengembalikan energi, serta mendukung produksi ASI yang berkualitas untuk tumbuh kembang bayinya.

Hadirnya kembali program Makanan Bergizi Gratis dari pemerintah ini pun dirasa menjadi angin segar yang sangat membantu meringankan beban pemenuhan gizi di tengah keterbatasan ekonomi keluarga mereka. ***

DPRD Banten Hari Pancasila
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien