11.305 Jemaah Haji Khusus Sudah Pulang ke Indonesia, Kemenhaj Fokus Pelayanan Gelombang 2 Jemaah Reguler di Madinah

MADINAH – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) mencatat 11.305 jemaah haji khusus sudah tiba di Tanah Air pada Minggu, 7 Juni 2026 M atau 21 Dzulhijah 1447 Hijriyah.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaf menyampaikan data itu dalam konferensi pers hari ke-48 operasional haji 2026.
Maria mengungkapkan, Kemenhaj kini fokus pada pelayan untuk gelombang 2 kedatangan jemaah haji reguler dari Makkah ke Madinah.
Seiring dengan kedatangan jemaah reguler itu, Kemenhaj telah menyiapkan layanan akomodasi yang semakin baik, sebelum jemaah haji reguler dipulangkan lewat Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah.
“Hampir sekitar 17 ribu jemaah haji reguler Indonesia akan menempati hotel setaraf bintang 5 di Madinah, yang biasa identik dengan program haji khusus kini dapat dinikmati oleh jemaah reguler,” kata Maria, Minggu (7/6/2026).
Selain itu, hotel-hotel di Madinah lokasinya dekat dan aksesnya mudah untuk ke Masjid Nabawi.
Semua ini disiapkan oleh Kemenhaj, yang diprioritaskan untuk jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan risiko kesehatan tinggi.
“Ini bagian program Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan yang selama ini jadi ciri khas layanan haji khusus,” kata dia.
Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan beberapa poin agar mobilisasi jemaah haji reguler lancar, meminta agar mereka mematuhi petugas dan menjaga dokumen.
“Paspor wajib dijaga baik. Kalau hilang, langsung lapor Ketua Kloter atau Petugas Haji agar diproses sesuai prosedur,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar jangan menambah barang di koper yang sudah ditimbang. Air zam-zam, kata dia, dilarang masuk koper bagasi atau cabin dalam bentuk apa pun.
Nantinya, jemaah akan dapat air zam-zam resmi 5 liter di debarkasi masing-masing saat tiba di Indonesia. (*/Red/MCH-2026)


