Mahasiswa S1 Kebidanan STIKes Salsabila Serang Sabet Juara POMProv, Borong Podium Karate Kumite +68 Kg Putri
SERANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa STIKes Salsabila Serang dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (POMProv) Banten 2026.
Dua mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan STIKes Salsabila Serang berhasil mengukir prestasi pada cabang olahraga karate nomor kumite +68 kilogram putri yang digelar pada Minggu (30/8/2026).
Keduanya yakni Dinda Haerunnisa yang sukses meraih Juara 1 Kumite +68 kg putri, serta Ratu Siti Rifadoh yang berhasil membawa pulang Juara 3 pada nomor yang sama.
Ajang POMProv tersebut diselenggarakan oleh Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) sebagai wadah kompetisi olahraga mahasiswa di tingkat provinsi.
Keberhasilan dua mahasiswa tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi STIKes Salsabila Serang.
Pasalnya, prestasi tersebut diraih di tengah kesibukan mereka menjalani aktivitas perkuliahan.
Peraih Juara 1 Kumite +68 kg putri, Dinda Haerunnisa mengaku tidak menyangka dapat keluar sebagai juara pertama.
“Enggak nyangka juga sih bisa dapat juara 1. Cuma mungkin memang rezekinya ada di situ,” kata Dinda, Selasa (1/9/2026).
Dinda mengungkapkan, dirinya telah mengenal karate sejak duduk di bangku sekolah.
Ia mulai serius berlatih karate sejak awal SMP dan hingga kini telah beberapa kali mengikuti berbagai turnamen.
“Mulai SMP kelas awal,” ujarnya.
Menurut Dinda, sejumlah prestasi juga telah berhasil diraihnya dalam berbagai turnamen sebelumnya.
Namun, kejuaraan POMProv 2026 menjadi pengalaman pertamanya bertanding dengan membawa nama kampus.
“Kalau untuk perwakilan kampus baru ini saja,” tuturnya.
Ketika ditanya mengenai peluang melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional, Dinda mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut terkait kemungkinan adanya kejuaraan lanjutan.
“Kalau dengar-dengar sih katanya ada, cuma enggak tahu itu,” katanya.
Sementara itu, peraih Juara 3 Kumite +68 kg putri, Ratu Siti Rifadoh, mengatakan pertandingan tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus berharga.
Ratu mengaku telah mengikuti karate sejak usia sekolah dasar, tepatnya sejak kelas 2 SD.
Kecintaannya terhadap olahraga bela diri tersebut membuat dirinya kerap mengikuti berbagai perlombaan.
“Dari umur SD, kelas 2 saya sudah ikut. Sudah dari kecil terus sudah suka ikut lomba-lomba,” ungkapnya.
Namun, Ratu sempat berhenti berlatih karate ketika duduk di bangku SMA karena mengikuti kegiatan Paskibra. Ia kemudian kembali menekuni karate pada 2024 hingga sekarang.
“Waktu SMA sempat berhenti karena ikut Paskibra. Baru mulai lagi pas 2024 sampai sekarang,” jelasnya.
POMProv 2026 juga menjadi kali pertama Ratu mengikuti pertandingan karate dengan membawa nama STIKes Salsabila Serang.
Dalam kompetisi tersebut, nomor kumite dibagi ke dalam sejumlah kelas berdasarkan kategori berat badan. Untuk keseluruhan kelas, jumlah peserta yang mengikuti pertandingan karate mencapai sekitar 50 orang.
“Kalau per kelas misalnya di kelas saya ada lima atau empat orang. Terus di kelas -61 ada delapan orang,” ujarnya.
Baru Pertama Kali Raih Prestasi Olahraga Tingkat Provinsi
Staf Kemahasiswaan STIKes Salsabila Serang, Perdi, menyambut positif prestasi yang diraih kedua mahasiswa tersebut.
Menurutnya, pencapaian Dinda dan Ratu menjadi sesuatu yang membanggakan karena prestasi tersebut lahir dari kemampuan dan bakat mahasiswa secara mandiri.
“Bangga, senang. Karena memang dari kampus sendiri tidak ada kegiatan atau ekstrakurikuler karate. Ini murni dari keahlian mahasiswanya,” kata Perdi.
Ia menilai prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa STIKes Salsabila Serang memiliki potensi yang dapat dikembangkan, tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga olahraga.
Terlebih, capaian pada POMProv menjadi prestasi olahraga tingkat provinsi pertama yang berhasil diraih mahasiswa STIKes Salsabila Serang.
“Kalau buat cabang olahraga ini, apalagi di tingkat provinsi, baru kali ini. Baru pertama kali,” ujarnya.
Meski demikian, pihak kampus masih mempertimbangkan kemungkinan pengembangan kegiatan olahraga atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di masa mendatang.
Perdi menjelaskan, aktivitas perkuliahan mahasiswa yang cukup padat menjadi salah satu pertimbangan dalam pembentukan UKM.
“Kalau bisa, UKM di kampus itu yang memang diminati banyak mahasiswa. Biasanya ada tari, paduan suara, bulu tangkis dan sebagainya,” jelasnya.
Selain bidang olahraga, lanjut Perdi, mahasiswa STIKes Salsabila Serang juga telah banyak menorehkan prestasi di berbagai bidang, seperti lomba cerdas cermat dan debat.
Namun, prestasi di cabang olahraga, khususnya karate pada ajang tingkat provinsi, baru kali ini berhasil dicatatkan.
Capaian Dinda dan Ratu diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki, sekaligus membawa nama baik STIKes Salsabila Serang di berbagai ajang kompetisi.***


