Wisata Anyer

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Warga Sekitar Labuan Carita Ramai-ramai Mengungsi

PANDEGLANG – Seorang warga Pandeglang, Tubagus Fauzy, menceritakan pengalamannya merasakan getaran kuat sejak dini hari yang diduga terkait aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Akibat khawatir atap rumah roboh, ia bersama keluarga memutuskan mengungsi ke Serang.

Dalam video keterangannya yang diunggah melalui akun Instagram @tubagusfauzy, ia menjelaskan getaran pertama kali dirasakan sekitar pukul 01.00 WIB oleh orang tua dan adiknya.

“Jam 1 malam terjadi gitaran kayak gitu. Ya gempa bukan, saya juga nggak tahu. Kalau gempa setahu saya cuma beberapa detik doang. Nah ini mah terus-terusan gitarannya itu,” ujarnya dalam video, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, getaran di bagian depan rumah terasa lebih kuat dibanding ruangan belakang. Puncaknya terjadi sekitar pukul 06.30 WIB.

“Pas puncaknya itu setengah 7, makin gede getarannya. Terus saya takut karena atap tuh kayak geter semua. Kanopi yang di belakang itu juga udah mulai getar,” katanya.

Karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, keluarga Tubagus sudah bersiap sejak dini hari.

“Kita tuh antisipasi daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Lebih baik antisipasi. Udah ready mau ke Serang buat ngungsi,” jelasnya.

Pukul 07.30 WIB, ia bersama keluarga meninggalkan kediamannya di wilayah pesisir Selat Sunda dan menuju Serang.

“Setengah 8 tadi saya meninggalkan kediaman menuju Serang. Kalau menurut kami pribadi ya khawatir kan, terjadi yang tidak diinginkan. Atap roboh atau seperti apa. Lebih baik kami mengungsi ke Serang,” ujarnya.

Ia juga mengunggah beberapa video yang memperlihatkan kondisi di dalam rumah saat getaran terjadi.

Di akhir video, Tubagus meminta doa agar warga di sekitar Selat Sunda diberikan keselamatan.

“Doain aja semoga warga sekitar Krakatau itu, Pesisir Selat Sunda itu diberikan keselamatan dari Allah. Dilindungi dan tidak terjadi erupsi lagi. Amin,” pungkasnya.

Salah seorang wartawan, Yosep Aulia Rahman, yang tinggal di Kecamatan Jiput, juga mengaku merasakan getaran pada Sabtu (5/9/2026) pagi.

Getaran di rumahnya itu, diakuinya dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Bahkan Yosep mengaku kediamannya kini sudah didatangi untuk mengungsi oleh sanak saudara yang tinggal di wilayah Pantai Carita.

“Ini saudara-saudara saya juga ramai-ramai datang ikut mengungsi ke rumah. Bahkan di kantor kecamatan juga ramai yang datang,” ujar Yosep. (*/Ajo)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien