Antisipasi Paparan Abu Vulkanik, KSOP Kelas l Banten Bagikan Ribuan Masker di Pelabuhan Merak
CILEGON – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten membagikan ribuan masker kepada pengguna jasa penyeberangan Merak-Bakauheni di Pelabuhan ASDP Merak, Kota Cilegon, Banten, Minggu (6/9/2026).
Pembagian masker tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi berdampak ke sejumlah wilayah, termasuk Banten dan Lampung.
Kepala Pos KSOP Pelabuhan Merak, Arwin, mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai adanya dampak abu vulkanik yang terlihat pada sejumlah kapal yang melayani penyeberangan Merak-Bakauheni.
“Informasi dari dunia pelayaran, termasuk kapal-kapal, nampaknya memang ada sedikit dampak abu vulkanik. Terlihat adanya tumpukan abu di atas kapal maupun di bagian lambung kapal,” katanya.
Menurutnya, pembagian masker dilakukan bersama operator pelayanan sebagai upaya pencegahan agar masyarakat tidak menghirup abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan.
“Dalam rangka antisipasi, kami bersama operator pelayanan sore ini membagikan masker sebagai pencegahan agar masyarakat tidak menghirup dampak abu vulkanik,” ujarnya.
Arwin menambahkan, hingga saat ini aktivitas pelayanan penyeberangan Merak-Bakauheni masih berjalan normal dan belum mengalami gangguan berarti akibat abu vulkanik.
“Untuk pelayaran sendiri tidak terlalu mengganggu aktivitas kapal penyeberangan. Trip kapal juga berjalan normal,” katanya.
Ia mengatakan pihaknya juga terus mengimbau nakhoda dan kru kapal untuk memantau serta menyampaikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau kepada para penumpang.
“Kami selalu mengimbau nakhoda dan kru kapal untuk menginformasikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, karena dampaknya bisa meluas ke sejumlah wilayah,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 1.000 masker dibagikan kepada pengguna jasa penyeberangan. Masker tersebut merupakan donasi dari berbagai pihak salah satunya Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) serta pihak terkait lainnya.
KSOP juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila paparan abu vulkanik meningkat.
“Masyarakat diimbau menghindari keluar rumah apabila tidak terlalu penting dan menyesuaikan aktivitas harian untuk menjaga kesehatan dari dampak abu vulkanik,” katanya.***


